Alumni UI: Apa Salahnya Ani Hasibuan?

Sarah Hutagaol, Okezone · Jum'at 17 Mei 2019 15:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 17 337 2057016 alumni-ui-apa-salahnya-ani-hasibuan-jOLeoLUhjT.jpg (Foto: Sarah/Okezone)

JAKARTA - Sekumpulan orang yang tergabung di dalam Alumni Keluarga Besar Universitas Indonesia (UI) turut hadir dalam acara Deklarasi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) yang merupakan pendukung paslon Prabowo-Sandi di Rumah Perjuangan Rakyat, di Jakarta Pusat.

Maksud dari kedatangan mereka adalah untuk memperjuangkan ketidakadilan yang dialami oleh Dokter Ani Hasibuan. Mereka pun mengaku datang ke lokasi acara dengan berjalan kaki dari Kampus UI Salemba.

Mereka datang sembari berteriak dengan menggunakan pengeras suara, serta membawa poster yang bertuliskan Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia #SaveDokterAniHasibuan #SaveIndonesia.

"Kami tidak pernah lemah berjuang meskipun dalam kondisi puasa, tapi darah dan dada kami terasa panas, mendidih menyaksikan kedzoliman dan kecurangan di mana-mana," ujar salah satu koordinator dari Keluarga Besar Alumni UI di lokasi, Jumat (17/5/2019).

Dokter Ani Hasibuan

(Baca Juga: Ani Hasibuan Akan Gugat Media terkait Berita Ratusan KPPS Meninggal)

"Khususnya terkait kawan kami satu almamater yang dilaporkan ke polisi. Hanya karena menyuarakan kebenaran dari ilmu yang diperoleh dari UI," tambahnya.

Salah satu Aktivis 1998, Ari Wibowo yang hadir pun turut menyuarakan hal yang sama. Ia mengecam pemerintah yang dianggap sebagai rezim yang lebih parah dibandingkan pada zaman Orde Baru, karena tidak bisa menerima perbedaan pendapat seperti yang dilontarkan oleh Ani Hasibuan.

"Hari ini kami Alumni UI kembalu turun ke jalan. Sebentar lagi kita akan menjadi lebih besar lagi. Tahun 98 kami dan kawan-kawan berjuang bersama masyarakat menumbangkan orde baru, karena kita merasa demokrasi terancam mati. Ternyata hari ini ada sebuah rezim yg lebih parah dari orde baru, lebih bahaya. Apa salahnya Ani Hasibuan? Apa salahnya dia bertanya?" ungkap Ari Wibowo.

Seperti diberitakan, Ani tengah dipanggil pihak kepolisian terkait dengan kasus dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) dan/atau menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini