Sakit, Dokter Ani Hasibuan Tak Penuhi Panggilan Polisi

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 17 Mei 2019 11:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 17 337 2056880 sedang-sakit-dokter-ani-hasibuan-tak-penuhi-panggilan-polisi-1SHSKCA3Pe.jpg Dokter Ani Hasibuan (ist)

JAKARTA - Dokter spesialis syaraf, Roboah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan tak memenuhi pemanggilan yang dilayangkan oleh Penyidik Ditreskimsus Polda Metro Jaya lantaran sedang sakit.

Pengacara Ani, Amin Fahrudin menjelaskan jika kliennya berhalangan hadir lantaran tengah dalam kondisi jatuh sakit. Sehingga pihaknya meminta penundaan ulang pemeriksaan terhadap Ani oleh penyidik.

 Baca juga: Polisi Periksa Dokter Ani Hasibuan Terkait Kematian Petugas KPPS

"Hari ini panggilan itu tidak bisa kami penuhi karena klien kami dalam kondisi sakit jadi pagi ini kami minta ke penyidik Polda Metro Jaya untuk melakukan penundaan pemeriksaan klien kami," ungkap Amin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Amin mengatakan jika sang kliennya terbaring sakit lantaran diduga mengalami kelelahan. Sehingga saat ini tengah menjalani proses istirahat di rumah.

"Ibu Ani kondisi sakit sedang di rumah, tidak dalam perawatan rumah sakit. Ya sakitnya itu karena terlalu over secara fisik jadi mungkin beliau kelelahan gitu," katanya.

 Baca juga: Ini Pernyataan Dokter Ani soal Kematian Anggota KPPS yang Berujung Dipolisikan

Dia juga mempersoalkan mengenai status kasus yang dituduhkan ke kliennya ternyata sudah masuk tahap penyidikan. Kliennya sendiri masih berstatus saksi.

"Pemanggilan Bu Ani ini masih saksi tapi proses hukumnya itu sudah sampai penyidikan," tutur dia.

Panggilan ini merupakan proses penyelidikan atas laporan yang dilayangkan oleh Carolus Andre Yulika pada Minggu, 12 Mei 2019 lalu. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/2929/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus.

 Baca juga: Dokter Ani Hasibuan Diperiksa Terkait Pernyataan Kematian Petugas KPPS

Dalam hal ini, Ani diperiksa terkait dengan kasus dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) dan/atau menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong sebagaimana kontens yang terdapat di portal berita tamshnews.com pada Minggu, 12 Mei 2019.

Polisi melakukan penyidikan berdasarkan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 35 Jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Jo Pasal 56 KUHP. (rzy)

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini