nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Rugikan Negara Rp105,88 Miliar, Bos PT Mitra Bungo Abadi Resmi Tersangka

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 18:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 16 337 2056631 diduga-rugikan-negara-rp105-88-miliar-bos-pt-mitra-bungo-abadi-resmi-tersangka-qEYlc3vfvs.jpg Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur PT Mitra Bungo Abadi, Makmur alias AAN sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis, Riau, tahun anggaran 2013-2015. Makmur diduga telah merugikan negara sekira Rp105,88 Miliar.

"Diduga kerugian keuangan negara dalam proyek ini adalah Rp105,88 miliar, di mana tersangka MK diduga diperkaya Rp60,5 miliar," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2019).

Makmur diduga melakukan korupsi bersama-sama dengan Kepala Dinas PU Kabupaten Dumai, M Nasir dan Direktur Utama (Dirut) PT MRC, Hobby Siregar.‎ M Nasir dan Hobby Siregar sendiri merupakan terdakwa dalam kasus ini.

Syarief memaparkan, pada 2011, Dinas PU Kabupaten Bengkalis menganggarkan Rp2,5 triliun terkait proyek peningkatan beberapa jalan poros. Dengan anggaran yang besar, dibutuhkan penganggaran dalam APBD dengan skema multiyears atau tahun jamak.

"Dalam proses penganggaran itulah, MK dan sejumlah pihak lain berupaya mengurus anggaran dan proyek tersebut pada Bupati Bengkalis saat itu," katanya.

Kemudian pada Agustus 2012, untuk kepentingan mendapatkan proyek, Makmur dan kawan-kawan memberikan uang Rp1,3 miliar kepada Bupati Bengkalis saat itu.

Setelah pemberian itu, atau tepatnya pada Oktober 2012, Pemkab Bengkalis dan DPRD menyetujui anggaran multiyears, yang salah satunya anggaran peningkatan Jalan Batu Panjang - Pangkalan Nyirih dengan nilai anggaran sekitar Rp 528 miliar.

Ilustrasi Korupsi

Dengan meminjam bendera perusahaan Hobby yakni, PT Mawatindo Road Construction, Makmur mengikuti sejumlah pertemuan dengan Bupati dan jajarannya termasuk M. Nasir yang saat itu menjabat Kadis PU Bengkalis.

Dalam pertemuan itu, Bupati Bengkalis memploting Makmur menggarap proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih padahal proses lelang belum dilakukan.

"Pada 28 Oktober 2013, kontrak pekerjaan proyek tersebut ditandatangani dengan nilai pekerjaan Rp 459,32 miliar," tuturnya.

Atas perbuatannya, Makmur disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini