nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komisaris PT Humpuss Dipanggil KPK Terkait Suap Sewa Kapal Distribusi Pupuk

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 09:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 16 337 2056324 komisaris-pt-humpuss-dipanggil-kpk-terkait-suap-sewa-kapal-distribusi-pupuk-Ba6k5t8Vlz.jpg (Foto: M Rizky/Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Komisaris PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Theo Lykatompesy terkait kasus dugaan suap sewa-menyewa kapal untuk distribusi pupuk.

Sedianya, Theo akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi, hari ini. Dia akan dimintai keterangannya untuk proses penyidikan tersangka Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti (AWI).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk AWI," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2019).

Selain itu, tim juga memanggil anak buah Theo, yakni Manager Keuangan PT HTK, Mashud‎ Masdjono. Dia juga akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Asty.

Gedung KPK

Sejauh ini, KPK telah tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT HTK.

(Baca juga: KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Suap 'Serangan Fajar' Bowo Sidik)

Ketiganya yakni anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung serta Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT HTK.

Bowo disinyalir menerima suap karena telah membantu PT HTK agar kapal-kapal milik PT HTK digunakan kembali oleh PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) untuk m‎engangkut pendistribusian pupuk. Sebab, kerjasama antara PT HTK dan PT PILOG telah berhenti.

Bowo Sidik diduga‎ bukan hanya menerima suap dari PT HTK , tapi juga dari pengusaha lainnya. Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT HTK maupun pihak lainnya yakni sekira Rp8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.

KPK sendiri telah menyita uang sebesar Rp8 miliar dalam 82 kardus dan dua boks. 82 kardus serta dua boks tersebut berisi uang pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu dengan total Rp8 miliar yang sudah dimasukkan kedalam amplop berwarna putih.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini