nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkes: Tim Independen dari Universitas Kaji Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS

Antara, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 19:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 15 337 2056164 menkes-tim-independen-dari-universitas-kaji-penyebab-meninggalnya-petugas-kpps-RPXUMf6tFz.jpg Menkes Nila Moeloek (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebut pemerintah membentuk tim independen dari universitas untuk mengkaji secara ilmiah atas kejadian meninggalnya ratusan petugas KPPS Pemilu 2019.

"Memang dengan KPU kita sudah membicarakan, mereka menyetujui tim independen dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bersama fakultas-fakultas lain, mereka akan mengkaji mengapa ini bisa terjadi dan memikirkan secara ilmiah itu apa yang harusnya dilakukan ke depan," kata Nila melansir laman antaranews, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

 Baca juga: Menkes Ungkap Hasil Audit Medik Penyebab Meninggalnya Ratusan Petugas KPPS

Nila menyebut pemerintah melalui dinas kesehatan seluruh provinsi di Indonesia masih mengumpulkan audit medik pada tiap kasus kematian yang terjadi.

 Menkes Nila Moeloek (MCH 2019)

Menkes Nila menegaskan bahwa kelelahan bukanlah penyebab kematian melainkan hanya pemicu yang membuat kondisi kesehatan menjadi tambah buruk diakibatkan oleh penyakit lain. "Bukan, kelelahan hanya pemicu, tapi di balik itu dia ada penyakit lain," kata Nila.

 Baca juga: KPU Siap Adu Data dengan BPN Prabowo-Sandi

Dia menjelaskan apabila seorang petugas tidak memiliki penyakit sebelumnya dan dengan cara kerja yang diatur tidak akan menyebabkan kematian.

Sebelumnya, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia telah menyatakan bahwa penyebab kematian petugas KPPS bukanlah kelelahan. IDI menyebut kelelahan hanya sebagai pemicu atau pemberat penyakit lain yang menyebabkan kematian.

 Baca juga: BPN Akan Tarik Semua Saksi, KPU: Tak Pengaruhi Jalannya Rekapitulasi Suara

IDI menyarankan agar dibentuk tim gabungan pencari fakta untuk mengetahui penyebab kematian lebih pasti. Untuk mengetahui itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut salah satunya dengan cara otopsi klinis, yaitu membedah luar dalam jasad korban dengan seizin pihak keluarga dan otoritas yang berwenang.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini