nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pimpinan KPK Sebut Kasus Korupsi Pesawat Garuda Sudah Rampung

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 14:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 15 337 2056024 pimpinan-kpk-sebut-kasus-korupsi-pesawat-garuda-sudah-rampung-Qmloa9MQKa.jpg Wakil Ketua KPK Laode M Syarief (kiri). (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief memastikan kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat milik PT Garuda Indonesia sudah dirampungkan. Saat ini, berkas perkaranya tinggal dilimpahkan ke tahap penuntutan.

"Kalau kasus Garuda sih itu sudah selesai tinggal pelimpahan saja jadi itu saya anggap selesai Garuda," kata Syarief saat menghadiri kegiatan di Gedung KPK lama, Jalan HR Rasuna Said Kavling C1, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

Syarief menjelaskan lamanya proses penyidikan dalam perkara ini. Sebab dari beberapa barang bukti yang diperoleh KPK, ada sejumlah dokumen yang berbahasa Inggris sehingga perlu diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

"Bukti yang kami dapat itu berkasnya tebal. Habis itu semua buktinya dalam bahasa Inggris. Kalau bahasa Indonesia sebenarnya sudah lama jadi," tuturnya.

Gedung KPK

Selain lantaran bukti-bukti kasus tersebut berbahasa asing, penanganan kasus ini juga dilakukan bersama-sama dengan penegak hukum asing seperti Chief Financial Officer (CFO) dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB).

"Jadi harus diterjemahkan bukti-buktinya itu kan ini investigasi bersama CFO dan CPIP Singapura," kata Syarif.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce.


Baca Juga : Usut Kasus Garuda, KPK Terkendala Dokumen Berbahasa Inggris

Namun, kedua tersangka tersebut belum dilakukan penahanan sejak ditetapkan sebagai tersangka pada ‎16 Januari 2017. ‎Syarief menjelaskan alasan pihaknya belum menahan keduanya.

"Ya belum ditahan. Kenapa enggak ditahan? Kan ada batas waktu penahanan, kan enggak boleh lebih dari waktu tertentu, bagaimana kalau berkasnya belum selesai?" kata Syarif.

Dalam perkara ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.


Baca Juga : KPK Janji Penyidikan Kasus Korupsi Pesawat Garuda Rampung Tahun Ini

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini