nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Panggil Dua Direktur PLN untuk Usut Suap Sofyan Basir

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 10:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 15 337 2055869 kpk-periksa-dua-direktur-pln-untuk-usut-suap-sofyan-basir-OUV6aEwchG.jpg Sofyan Basir. (Foto: Antara)

JAKARTA – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama proyek pembangunan PLTU Riau-1 dengan tersangka Sofyan Basir (SFB). Pengusutan tersebut ditandai pemanggilan sejumlah saksi.

Adapun saksi-saksi yang dipanggil hari ini yaitu dua direktur di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Mereka adalah Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Djoko R Abumanan; serta Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah, Amir Rosidin.

Kemudian ada Senior Vice President Legal Corporate PT PLN, ‎Dedeng Hidayat, yang turut dipanggil KPK untuk tersangka Sofyan Basir.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SFB (Sofyan Basir)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, ‎Rabu (15/5/2019).

(Baca juga: KPK Selisik Peran Setnov di Kasus PLTU Riau-1)

Selain tiga petinggi PLN, KPK juga memanggil dua saksi lainnya yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan mantan menteri sosial, Idrus Marham. Keduanya juga dipanggil untuk tersangka Sofyan Basir.

Namun, Jonan tidak dapat memenuhi panggilan KPK pada hari ini. Jonan telah bersurat ke KPK terkait ketidak‎hadirannya. Dalam surat yang dikirim ke KPK, Jonan saat ini sedang dinas ke luar negeri dan pemanggilan akan dijadwalkan ulang.

"Informasi ada surat dari pihak Kementeriaan ESDM, tidak bisa memenuhi panggilan penyidik, karena sedang pelaksanaan tugas atau perjalanan ke luar negeri," kata Febri.

Sejauh ini KPK sudah menetapkan empat tersangka terkait kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama PLTU Riau-1.

(Baca juga: Dalami Kasus Sofyan Basir, KPK Panggil Menteri Jonan Pekan Depan)

Mereka adalah Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih; pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo; politikus Partai Golkar, Idrus Marham; dan Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir.

Eni, Kotjo, dan Idrus Marham telah divonis ‎bersalah dalam perkara ini. Eni dan Kotjo sudah dieksekusi karena putusannya berkekuatan hukum tetap. Sementara Idrus masih upaya hukum banding.

Sedangkan Sofyan Basir belum dilakukan penahanan pasca-ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini tinggal Sofyan Basir yang masih penyidikan.

Dalam perkara ini, Eni Saragih, Idrus Marham, dan Sofyan Basir diduga bersama-sama telah menerima suap dari Johanes Budisutrisno Kotjo untuk mendapatkan proyek PLTU Riau-1.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini