nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buka Penyelidikan Baru Suap Hibah KONI, KPK Tunggu Analisis Jaksa

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 21:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 13 337 2055249 buka-penyelidikan-baru-suap-hibah-koni-kpk-tunggu-analisis-jaksa-ptAgbzPM3a.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, masih menunggu hasil analisis Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengembangkan kasus dugaan suap pengurusan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dari pemerintah lewat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Salah satu pengembangan perkara yang berpeluang ditingkatkan statusnya untuk penyelidikan baru KPK, yakni keterlibatan Menpora Imam Nahrawi dan Asisten Pribadinya (Aspri), Miftahul Ulum.

"Kebutuhan pengembangan menunggu bagaimana rekomendasi dan analisis dari JPU setelah putusan," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

(Baca Juga: Eks Bendahara Kemenpora Sebut Imam Nahrawi Dapat Jatah dari KONI

Febri mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mengamati fakta-fakta yang muncul dalam persidangan. Semua fakta dalam sidang itu menjadi pertimbangan tim penyidik KPK untuk mengembangkan perkara ini.

"Kalau beberapa perkara ditangani dalam persidangan atau perkara yang terpisah, prinsipnya pokok perkaranya tetap sama sehingga semuanya nanti akan kami dalami lebih lanjut," kata dia.

Imam Nahrawi 

Pada persidangan hari ini, terungkap fakta baru yakni, kesaksian dari mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kemenpora, Supriyono. Supriyono mengatakan, Imam Nahrawi kemungkinan mendapat jatah dari pihak KONI.

Febri mengamini jika fakta baru yang muncul dalam persidangan hari ini telah dituangkan jaksa dalam berkas penuntutan terdakwa. Namun, Febri menjawab diplomatis saat disinggung fakta persidangan jadi bukti kuat KPK menjerat pejabat Kemenpora yang terlibat, khususnya Imam Nahrawi.

"Nanti itu kan perlu menunggu gimana pertimbangan hakim melihat fakta-fakta tersebut," tuturnya.

Pada persidangan sebelumnya, jaksa mengungkap adanya keterlibatan Imam dalam kasus dugaan suap dana hibah KONI. Dalam surat tuntutan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Johny E Awuy, kedua terdakwa disebut memberikan uang sebanyak Rp11,5 miliar kepada Imam.

(Baca Juga: Suap Dana Hibah KONI, Menpora Disebut Terima Rp11,5 Miliar Lewat Asprinya

Uang itu diterima Imam melalui Ulum dan Staf Protokoler Kemenpora Arief Susanto. Dalam surat tuntutan itu juga disebut jika Imam dan Ulum terlibat dalam pemufakatan jahat dalam kasus suap tersebut.

Tak hanya itu, jaksa KPK juga meminta majelis hakim Pengadilan Tipikor mengesampingkan bantahan Imam dan Ulum selama menjadi saksi dalam persidangan. Imam dan Ulum diketahui membantah telah menerima aliran uang panas tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini