Share

Terungkap Isi Buku Harian Sutopo BNPB 24 Tahun Lalu, Curhatnya Bikin Haru

Achmad Fardiansyah , Okezone · Senin 13 Mei 2019 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 13 337 2055065 terungkap-isi-buku-harian-sutopo-bnpb-24-tahun-lalu-curhatnya-bikin-haru-AYvP0L6yhs.jpg Sutopo Purwo Nugroho (Arif/Okezone)

JAKARTA – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho berbagi cerita masa lalunya saat berjuang menyelesaikan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ia pernah ke orangtuanya gara-gara skripsi tak kunjung kelar.

Sutopo yang kini sedang berjuang melawan kanker pernah mengenyam pendidikan geografi di UGM dan lulus jadi sarjana terbaik pada 1993. Meski lulus cumlaude, Sutopo ternyata sempat galau dan melalaikan tugas akhirnya.

Hal itu terungkap dalam catatan hariannya 24 tahun lalu yang dia unggah ke akun Twitter pribadinya @Sutopo_PN, Senin (13/5/2019).

“Pernahkah kamu mengalami patah semangat menyelesaikan skripsi? Lalu mengabaikan skripsi, dan akhirnya insaf untuk menyelesaikan. Saya pernah mengalami itu. Rasa bersalah pada orangtua dan penyesalan itu saya tulis pada block note Mei 1993. Ketemu buku catatan 24 tahun lalu,” cuit Sutopo.

Dari foto buku saku dengan logo Universitas Indonesia yang diunggahnya, tampak catatan berwarna biru itu ditulis pada 17 Mei 1993. Catatan itu berisi curahan hati (curhat) Sutopo.

“Bapak, Ibu...

Aku minta maaf yang sebesar-besarnya atas semua. Maafkan semua kebohongan, melalaikan kewajiban tidak menomorsatukan studi dan terlena dengan keindahan-keindahan sesaat,” tulis pria asal Boyolali itu.

“Tanpa mau menengok ke belakang, betapa sulit dan beratnya Bapak,Ibu membiayaiku, sehingga semuanya sia-sia.”

Pada lembar selanjutnya, Sutopo menutup curhatnya dengan doa disertai menyerahkan diri kepada Allah.

“Ya Allah... mudahkan semua jalanku dan peluklah aku. Hanya dengan mengingatmu mata hatiku menjadi tenang.”

Kicauan Sutopo sudah dibagi lebih 550 kali dan mendapat beragam komentar.

“Baca ini ngerasa ketampar banget,” komen akun @Chocomatcha04.

“Aku penasaran dengan 'terlena keindahan-keindahan sesaat'. Apa maksudnya? #serius,” tulis akun @uripmargoono.

Akun @_ibnufajar menanggapi, “dulu skripsi saya mangkrak seperti proyek hambalang pak, sampai ganti topik. Akhirnya saya bangkit dengan semangat membara dan skripsi selesai sekitar 3 bulan. Buat pejuang skripsi, semoga kalian terus semangat.”

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini