nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Saksi PKS Keracunan Sianida, Ini Faktanya

Ade Putra, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 11:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 10 337 2053912 heboh-saksi-pks-keracunan-sianida-ini-faktanya-Vm1nqZ9jrJ.jpg Heboh Video Seorang Saksi dari PKS Bernama Hatta Zailiyus Sakit karena Keracunan Pasca Pemilu, Faktanya Sakit Lupus (foto: Ist)

SEORANG saksi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pekanbaru, Riau terpaksa dilarikan ke rumah sakit usai Pemilu 2019. Saksi yang bernama Hatta Zailiyus ini sempat menjadi saksi pemungutan suara di Bina Widya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Usai pemilu, Hatta dirujuk ke RSUD Arifin Achmad (AA) Pekanbaru karena sakit. Kabar sakitnya Hatta, viral di media sosial. Muncul narasi negatif yang disebarluaskan oleh warganet soal penyebab sakitnya Hatta.

Baca Juga: Viral Ketua KPUD Bekasi Meninggal Dunia, Ini Faktanya 

Unggahan yang beredar luas di media sosial itu berupa video kondisi Hatta saat dirawat di rumah sakit. Dalam video berdurasi 37 detik yang viral itu, Hatta tampak terbaring dan meronta. Sementara kedua tangannya diikat ke ranjang.

Penyebar video juga menyertakan keterangan bahwa saksi PKS tersebut bernama Hatta. "Hatta mulai sakit kurang lebih 7 hari habis pemilu. Mulai gelisah, gak bisa tidur, sama banyak bicara yang aneh. Kemaren malam udah coba di rukyah sekali, tapi belum ada perubahan," bunyi keterangan pada video itu.

Narasi yang beredar di media sosial menyangsikan apabila Hatta disebut sakit karena kelelahan. Bahkan, beberapa warganet menyebut Hatta keracunan sianida (cyanide). Seperti yang diunggah akun Facebook atas nama Siddiq dan akun Twitter @dektampu. Dalam unggahannya, ditambahkan narasi sebagai berikut:

Cek Fakta Petugas KPPS Keracunan Sianida (foto: Ist)	 

"Nama : Hatta Zalliyus bin Fauzaini

Saksi Pks di TPS 11

Kel Binawidya

Kec Tampan

Kodya Pekan Baru

Ini Bukan Kelelahan….

Tp Ini Keracunan Cyanida….

Yang Dapat Menyebabkan Kematian….

Ayoo Temen2 Kita Suarakan Kebenaran….

Teroris Sebenarnya Adalah KPU….

KPU Adalah Penjahat Demokrasi….

#AuditForensikKPU

#SaveOurDemocracy

#2019PrabowoPresidenRI".

Setelah dilakukan penelusuran oleh Levy Abubakar Madila Nasution, salah satu relawan Masayarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) diketahui bahwa sakit lupus yang dialami Hatta sudah sejak setahun lalu, kembali kambuh.

Sebagaimana yang diberitakan beberapa media online. Bahwa, Ketua DPD PKS Pekanbaru, Sofyan Siroj langsung mengunjungi Hatta di RSUD AA di Pekanbaru setelah mendengar kabar viral itu. Sofyan akhirnya mendapat penjelasan soal penyakit yang dialami Hatta.

"Sakit lupus Hatta kambuh 3 hari pasca pemilu. Kondisi sakit lupus Hatta lebih parah saat ini dibanding setahun sebelumnya," kata Sofyan, Rabu 8 Mei 2019.

Kehadiran Sofyan ini pun sekaligus memberikan bantuan untuk Hatta. Pihak PKS juga mendoakan agar Hatta segera pulih sedia kala.

Hatta saat ini didampingi pihak keluarganya di RS. Pihak keluarga tidak bersedia memberikan keterangan apapun. Jadi, kata Levy, isu Hatta keracunan ini, masuk ke dalam kategori Misleading Content.

"Di mana konten dibuat untuk menyesatkan," terangnya.

Cek Fakta Petugas KPPS Keracunan Sianida (foto: Ist)	 

Untuk diketahui, Lupus adalah penyakit peradangan (inflamasi) kronis yang disebabkan oleh sistem imun atau kekebalan tubuh yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri.

Penyakit seperti ini disebut penyakit autoimun. Lupus dapat menyerang berbagai bagian dan organ tubuh seperti kulit, sendi, sel darah, ginjal, paru-paru, jantung, otak, dan sumsum tulang belakang.

Pada kondisi normal, sistem imun akan melindungi tubuh dari infeksi. Akan tetapi pada penderita lupus, sistem imun justru menyerang tubuhnya sendiri. Penyebab terjadinya lupus pada seseorang hingga saat ini belum diketahui.

Baca Juga: Heboh Daging Babi Berlabel Halal, Ini Faktanya 

Sejauh ini, diduga penyakit yang lebih menyerang wanita dibandingkan dengan laki-laki ini dipengaruhi oleh beberapa faktor genetik dan lingkungan.

Sementara gejala gejala keracunan sianida tergantung pada jumlah yang masuk ke dalam tubuh. Jika dosisnya kecil, gejala yang muncul berupa mual, muntah, sakit kepala, pusing, gelisah, denyut jantung cepat, sesak napas, dan tubuh terasa lemah.

Sedangkan dalam dosis besar, gejalanya berupa denyut jantung melambat, kejang, tekanan darah rendah, kerusakan pada paru-paru, kehilangan napas, hingga gagal napas yang berujung kematian.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini