nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPIP Usul Kabinet Jokowi-Ma'ruf Diisi Para Profesional

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 14:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 09 337 2053557 bpip-usul-kabinet-jokowi-ma-ruf-diisi-para-profesional-0JsoX1Sdoj.jpg Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/5/2019). (foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Syafii Maarif mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan berbagai hal tentang kinerja BPIP kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Laporan itu pun disampaikan dalam 1,5 jam lamanya.

Dalam kesempatan itu, BPIP usulkan, para menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin nantinya diisi oleh orang-orang profesional dalam bekerja.

"Tapi di samping itu, kita juga meminta kalau nanti Pak Jokowi pasti jadi Presiden lagi, supaya dibentuk suatu kabinet yang terdiri dari orang-orang ahli, boleh dari partai, tapi partainya jangan mengusulkan seorang tapi beberapa orang, Presiden yang menentukan," kata Buya Syafii di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Baca Juga: Jokowi Terima BPIP di Istana Merdeka 

Menurut dia, orang-orang ahli tersebut akan menjadikan Presiden berdaulat dalam menjalankan pemerintahannya. "Kalau tidak, Kabinet yang lalu ini menurut saya banyak bolongnya," jelasnya.

BPIP Temui Presiden Jokowi di Istana Merdeka (foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)	 

Buya Syafii menerangkan, pemerintah harus mengantisipasi Pemilu serentak 2019 yang telah mengakibatkan masyarakat terbelah. Pasalnya, polarisasi politik tersebut bisa berbahaya.

"Jadi ada warna merah, ada putih, itu harus diantisipasi. Jangan sampai terbelah oleh poltik, itu sangat berbahaya," jelasnya.

Ia meminta presiden terpilih dari hasil Pilpres 2019 bisa menjalankan undang-undang dengan baik. Selain itu, Buya Syafii juga meminta Presiden untuk memilih para menterinya yang berjiwa nasionalis dan patriot guna menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

"Jadi bukan Presiden dari (partai) pengusung, tapi Presiden dari semua orang termasuk yang engga memilih dia. Keutuhan bangsa harus dijaga betul. Kita berharap juga para menteri harus paham pancasila dan patriot. Jadi menjaga kedaulatan bangsa kita," ucap dia.

Baca Juga: Hasil Pleno: Jokowi Menang di 89 Kota Luar Negeri, Prabowo Kuasai Timur Tengah

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini