Pakar Hukum UI: Penindakan Hukum Terhadap Elite Politik Jangan Dipersepsikan Secara Keliru

Fiddy Anggriawan , Okezone · Kamis 09 Mei 2019 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 09 337 2053528 pakar-hukum-ui-penindakan-hukum-terhadap-elite-politik-jangan-dipersepsikan-secara-keliru-cnKK19DoRd.jpg Pakar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia (UI), Indriyanto Seno Adji (foto: Okezone)

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia, Indriyanto Seno Adji mengatakan, sebaiknya para elite politik harus tetap bijak dan sesuai etika dalam mengekspresikan pendapatnya. Sehingga tidak terjebak pada polemik yang bisa menjerat mereka.

"Ekspresi dan pendapat yang berkelebihan bahkan mengarah pada tuduhan-tuduhan keras, fitnah dan penuh penistaan atau penghinaan justru melanggar koridor kepastian hukum," ucap Indriyanto dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (9/5/2019).

Baca Juga: Polisi Resmi Tetapkan Eggi Sudjana Tersangka Makar 

Oleh karena itu, kata dia, tindakan dari aparatur penegak hukum adalah suatu kewajiban dan sesuatu kewajaran yang harus dihadapi siapapun. "Jadi memang sebaiknya elite politik tetap menghargai kebebasan demokrasi dengan pilar-pilar berbasis hukum. Tetap pada due process of law," sambungnya.

Menurut dia, penegakan hukum jangan dipersepsikan secara keliru sebagai pendekatan represi, karena pemerintah tetap menghargai kebebasan dengan demokrasinya.

"Tapi keberadaan Indonesia sebagai negara hukum dan due process of law adalah sesuatu kepatuhan yang tidak bisa dinegasikan oleh siapapun," ucapnya.

Baca Juga: Jadi Tersangka Makar, Eggi Sudjana Diperiksa Penyidik Senin 13 Mei 

Seperti diketahui, Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang juga politikus PAN itu dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka pada Senin 13 Mei 2019.

Ditreskrimum Polda Metro sudah melayangkan surat panggilan bernomor S.Pgl/3782/V/2019/Ditreskrimum ke Eggi Sudjana. Dia diminta menghadap penyidik sebagai tersangka pada 13 Mei 2019 pukul 10.00 WIB untuk diperiksa.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini