Buka Musrenbangnas 2019, Jokowi: 5 Tahun Lagi Saya Tak Ada Beban

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 09 Mei 2019 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 09 337 2053472 buka-musrenbang-2019-jokowi-5-tahun-lagi-saya-tak-ada-beban-v78gJbrEhj.jpg Jokowi saat buka Musrenbangnas 2019 (Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para menteri, lembaga negara, hingga kepala daerah tak terjebak dalam rutinitas dalam pengurusan izin investasi di Indonesia.

Ia ingin agar persoalan reformasi birokrasi bisa diselesaikan dalam pemerintahannya. Sehingga, investor akan masuk dan membawa Indonesia menuju negara dengan ekonomi terkuat nomor empat di dunia pada 2045.

 Baca juga: Jokowi Ancam Tutup Lembaga Tak Berkontribusi yang Hanya 'Banyak-banyakin Biaya'

"Hati-hati, jangan rutinitas, pola lama stop. Kita harus berhenti. Lima tahun ke depan mohon maaf saya udah nggak ada beban. Saya udah nggak bisa nyalonkan lagi," kata Jokowi saat membuka Musrembang 2019 di Hotel Sangri-la, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

 Jokowi

Jokowi menegaskan bahwa ingin melakukan yang terbaik untuk kemajuan bangsa dan negara. Ia mengatakan, selama 20 tahun belakangan, Indonesia tak pernah bisa menyelesaikan persoalan defisit neraca perdagangan karena ekspor dan investasi yang rumit.

 Baca juga: Masih Banyak Tenaga Kerja Lulusan SD, Jokowi Ingin Pembangunan SDM Bisa Segera Diselesaikan

"Apapun yang paling baik bagi negara akan saya lakukan," tegasnya.

Menurut Jokowi, saat ini belum ada penyelesaian secara drastis tentang permasalahan reformasi birokrasi tersebut. Padahal, sambung dia, dalam lima tahun yang lalu telah banyak investor yang datang dan menyatakan ketertarikannya berinvestasi di Tanah Air.

"Lima tahun lalu investor berbondong datang, tapi yang netas,sangat kecil sekali. Orangnya datang-datang, ingin tapi tidak netas. contoh pembangkit tenaga listrik, baik tenaga watt, angin, panas bumi, semuanya ruwet, ruwet, dan ruwet," keluhnya.

 Baca juga: Jokowi Ingatkan Ekonomi Indonesia Tak Terjebak dalam Middle Income Trap

Kepala Negara langsung mengecek keluhan para investor tersebut. Dan hasilnya, terdapat 259 izin yang memberatkan investor untuk berinvestasi di Indonesia.

"Urus investor nggak mungkin 3 tahun, urus izin siapa yg kuat. Kalau dimasukan koper, bisa 10 koper. Sebelumnya hanya rekomendasi dari kantor ini, sekarang izin. Sudah kita potong 259 jadi 58. Tapi jangan tepuk tangan, masih banyak 58. Maksimal 5 cukup," kata Jokowi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini