nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masih Banyak Tenaga Kerja Lulusan SD, Jokowi Ingin Pembangunan SDM Bisa Segera Diselesaikan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 11:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 09 337 2053445 masih-banyak-tenaga-kerja-lulusan-sd-jokowi-ingin-pembangunan-sdm-bisa-segera-diselesaikan-PTUIS2boug.jpg Presiden Jokowi meresmikan pembukaan Musrenbangnas Tahun 2019 di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (9/5/2019). (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia segera bisa diselesaikan lantaran berdasarkan catatannya, saat ini terdapat 51% tenaga kerja yang hanya lulusan sekolah dasar (SD).

"Kita upskilling dan reskilling besar-besaran. Kita perlu jutaan, bukan ratusan ribu. Ini terus kita rapatkan agar betul-betul bisa beri beasiswa, jutaan terhadap mahasiswa kita. Daerah juga, misal Papua, beri beasiswa sebanyaknya untuk Indonesia bagian Timur. Jangan rutinitas, jangan terjebak anggaran rutinitas," kata Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2019 di Hotel Sangrila, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Jokowi juga menyoroti soal anggaran di bidang kesehatan yang perlu digelontorkan dalam jumlah besar. Ia ingin agar persoalan stunting, gizi buruk, dan kematian anak dan ibu bisa segera diselesaikan dalam lima tahun ke depan.

Presiden Jokowi meresmikan pembukaan Musrenbangnas Tahun 2019 di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019). (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)

"Ke pendidikan, SMK, agar link and match dengan industri yang ada sehingga sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Zaman sekarang sudah masuk digital ekonomi, SMK kita masih jurusan bangunan. Sudah puluhan tahun lebih jurusan bangunan. Siapkan SDM kita untuk hal baru," ujarnya.

Kepala Negara ingin Indonesia bisa mencontoh Filipina yang mengembangkan business process outsourcing (BPO) ke SDM di negaranya. Dengan begitu, banyak jasa keuangan bisa dikerjakan di Filipina, tapi milik negara lain.

"Itu sumber pendapatan di Filipina. Business process outsourcing. Jurusan dari dulu mesin, tapi mesin apa. Dunia berubah cepat, AI, big data, IoT, 3D printing, kita masih jurusan bangunan, jurusan mesin, jurusan apa lagi?" katanya. 

Presiden Jokowi meresmikan pembukaan Musrenbangnas Tahun 2019 di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019). (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan sejumlah masalah telah tampak sehingga menjadi tantangan agar ekonomi Indonesia bisa menjadi terkuat keempat di dunia.


Baca Juga : Buka Musrenbang, Jokowi: Indonesia Berpeluang Jadi Negara Ekonomi Terkuat Keempat di Dunia

Jokowi mengajak seluruh pihak untuk menyelesaikan berbagai persoalan besar negara Indonesia seperti peningkatan kualitas SDM, penyederhanaan izin, hingga pembangunan infrastruktur yang merata tersebut.

"Tantangan sudah kelihatan. Tinggal kita mau atau tidak mau menyelesaikan problem di depan mata kita. Kalau kita mau, niat kita keempat besar, lima besar, jadi. Tapi kalau terjebak rutinitas, tidak berani berubah, jangan bermimpi masuk kelima besar, empat besar negara ekonomi terbesar dunia. Kita terjebak negara middle income trap," tuturnya.


Baca Juga : Jokowi Ingatkan Ekonomi Indonesia Tak Terjebak dalam Middle Income Trap

(erh)

Berita Terkait

Jokowi Presiden

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini