nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demokrat Dukung Rekomendasi Multaqo Ulama

Antara, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 01:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 09 337 2053296 demokrat-dukung-rekomendasi-multaqo-ulama-TJwIJ2RAlH.jpg Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat, Ferdinand Hutahaean (Foto: Okezone)

JAKARTA - Partai Demokrat mendukung rekomendasi yang dihasilkan sejumlah ulama dalam Multaqo Ulama, Habaib, dan Cendekiawan Muslim untuk Kemaslahatan Umat yang menempatkan dan menyatakan Pancasila adalah dasar negara dan mengajak bersilaturahmi.

"Saya sebagai kader Demokrat sepakat dan setuju dengan hasil Multaqo Ulama yang menempatkan dan menyatakan bahwa Pancasila adalah dasar negara dan mengajak silaturahmi," kata Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, di Jakarta seperti dikutip Antara, Selasa (8/5/2019).

Menurut Ferdinand, Pancasila memang mutlak hukumnya menjadi satu-satunya ideologi bagi bangsa ini, tidak boleh diganti, dan tidak boleh ditukar karena itu adalah warisan dari berdiri Republik Indonesia.

(Baca Juga: Ini 8 Rekomendasi Multaqo Ulama untuk Masyarakat Indonesia

Dia menilai kalau Pancasila diganti, tentu Indonesia akan bermasalah berantakan bercerai berai dan bubar, maka Pancasila harus dipertahankan menjadi satu satunya ideologi bangsa.

"Jadi, kalau Pancasila diganti tentu Indonesia akan bermasalah berantakan bercerai berai,dan bubar, maka Pancasila harus dipertahankan menjadi satu satunya ideologi bangsa," ujarnya.

Multaqo Ulama 

Ferdinand yang merupakan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga itu mengatakan seruan Multaqo Ulama agar silaturahmi selama Ramadan adalah seruan yang baik, dan insan anak bangsa dari dulu diajarkan untuk menjadikan silaturahmi sebagai bagian dari kehidupan.

Menurut dia, Partai Demokrat tentunya selalu mendukung untuk sesuatu yang baik demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Multaqo Ulama diinisiasi tokoh-tokoh ulama besar, seperti KH Maemun Zubair, Maulana Habib Lutfi bin Yahya dan Abuya Muhtadi.

Multaqo Ulama merekomendasikan delapan poin, antara lain menegaskan kembali kesepakatan pendiri bangsa dan alim ulama terkemuka bahwa bentuk bangunan yang sejalan dengan Islam di bumi Indonesia adalah NKRI adalah bentuk negara yang sesuai dengan Islam yang rahmatan lil alamin di indonesia, dan Pancasila adalah dasar negara dan falsafah bangsa.

Selain itu, mengimbau umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan dan situasi kondusif, mengedepankan persamaan sebagai umat manusia yang saling bersaudara satu sama lain.

(Baca Juga: PBNU: Ulama Itu Mengayomi, Bukan Memecah Belah Masyarakat

Kemudian, ulama mengajak seluruh umat Islam untuk menghindari dan menangkal aksi provokasi dan kekerasan dari pihak yang tidak bertanggung jawab selama dan setelah bulan suci Ramadan, selain mengganggu, dapat juga menghilangkan pahala puasa di bulan Ramadan.

Multaqo juga mengajak umat Islam untuk senantiasa menaati tata peraturan dan perundangan yang berlaku di seluruh wilayah NKRI sebagai pengejewantahan yang konstruktif dan penuh rasa hormat kepada pemerintah yang sah.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini