nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kivlan Zein dan Lieus Sungkharisma Dilaporkan ke Bareskrim atas Tuduhan Makar

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 08 Mei 2019 14:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 08 337 2053059 kivlan-zein-dan-lieus-sungkharisma-dilaporkan-ke-bareskrim-atas-tuduhan-makar-LCH7VdTs12.jpg Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen Purn Kivlan Zein dan Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan kasus dugaan makar dan penyebaran berita palsu atau Hoaks.

Pelaporan tersebut dilakukan pada kemarin hari di SPKT Bareskrim Polri. Untuk Kivlan Zein dilaporkan oleh Jalaludin dan Lieus Sungkharisma dilaporkan seseorang bernama Eman Soleman.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan adanya pelaporan dua orang tersebut atas tuduhan makar ke Bareskrim Polri. Saat ini, kata Dedi, pihaknya sedang melakukan pendalaman atas laporan tersebut.

"Sudah diterima Bareskrim tadi malam. Hari ini diterima biro analis, melakukan pendalaman terhadap isi laporan tersebut," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).

ss

Dedi menjelaskan, setelah dilakukan pendalaman, nantinya akan diserahkan pada Direktorat Bareskrim Polri yang berkaitan. Saat ini, masih terus dilakukan penelitian oleh penyidik Polri.

Adapun, dikatakan Dedi, pelapor menyertakan beberapa barang bukti berupa Flashdisk dalam laporan tersebut.

"Dalam laporan itu dugaan penghasutan kemudian mengaja untu berbuat makar. Barbuk yang dilampirkan pelapor adalagh Flashdisk isi ceramah," ujar Dedi.

Laporan untuk Lieus Sungkharisma diterima oleh Bareskrim Polri bernomor STTL/296/V/2019/Bareskrim. Sedangkan Kivlan Zein bernomor STTL/297/IV/2019.

Dalam laporan itu, mereka berdua disangka melanggar Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang tindak pidana penyebaran berita bohong atau hoaks dan Pasal 107 jo Pasal 110 Jo Pasal 87 dan atau Pasal 163 jo Pasal 107 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang terhadap keamanan negara atau Makar.

sd

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini