Kemendagri: FPI Belum Ajukan Perpanjangan Izin

Achmad Fardiansyah , Okezone · Rabu 08 Mei 2019 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 08 337 2053046 kemendagri-fpi-belum-ajukan-perpanjangan-izin-5TdsF3R9JA.jpg Demo FPI (Okezone)

JAKARTA – Izin Front Pembela Islam (FPI) yang akan berakhir pada 20 Juli 2019 di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ramai diperbincangkan. Bahkan netizen menggalang petisi online menolak perpanjangan izin ormas yang digawangi Habib Rizieq Shihab itu. Kemendagri pun bersuara.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Soedarmo mengatakan, hingga saat ini Kemendagri belum menerima pengajuan perpanjangan izin kembali oleh FPI.

"Ormas yang bersangkutan juga belum mengajukan perpanjangan izin," katanya kepada wartawan, Rabu (8/5/2019).

FPI diperbolehkan mengajukan perpanjangan izin. Ormas yang memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) 01-00-00 / 010 / D.III.4 / VI / 2014 itu wajib memenuhi beberapa syarat yang sudah diatur oleh Undang-Undang Organisasi Masyarakat (Ormas).

"Untuk perpanjangan izin harus memenuhi beberapa syarat yang diatur oleh Undang-Undang Ormas... Makanya nanti kita lihat bagaimana hasil verifikasi terhadap persyaratan tersebut," ujarnya.

Habib Rizieq Shihab, Imam Besar FPI (Okezone)

Sebelumnya warganet atau netizen menggalang tanda tangan melalui petisi online menolak perpanjangan izin FPI, mengingat izin ormas itu segera berakhir.

Petisi “Stop Ijin FPI” di laman change.org tersebut dimulai oleh akun Ira Bisyir.

Assalamualaikum.Salam sejahtera bagi kita semua.

Mengingat akan berakhirnya ijin organisasi FPI di Indonesia,mari kita bersama-sama menolak perpanjangan ijin mereka.Karena organisasi tersebut adalah Merupakan kelompok Radikal, pendukung kekerasan dan pendukung HTI.

Mohon sebar luaskan petisi ini,agar tercipta Indonesia yang aman dan damai.

MOHON TANDA TANGANI PETISI INI,” demikian pengantar petisi tersebut.

Hingga pukul 14.05 WIB tadi, tercatat petisi itu sudah ditandatangani oleh 158.540 pengguna dan ditargetkan bisa sampai 200.000.

Beragam komentar bermunculan, umumnya bernada negatif terhadap FPI.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini