Share

Bulan Ramadan, Ulama Diminta Berdakwah yang Bisa Meredamkan Situasi Politik

Fadel Prayoga, Okezone · Senin 06 Mei 2019 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 06 337 2052224 bulan-ramadan-ulama-diminta-berdakwah-yang-bisa-meredamkan-situasi-politik-2nJtgEhPHi.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Umat Islam di dunia dan khususnya di Indonesia sedang menjalani puasa di bulan Ramadan. Agar masyarakat dapat tenang menjalankan ibadah di bulan suci itu, maka dibutuhkan peran dari para ulama dalam mendinginkan situasi yang sempat panas usai perhelatan Pilpres 2019 lalu.

Ketua Umum Masyarakat Cinta Masjid (MCM), Wishnu Dewanto mengimbau, masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan bulan Ramadan ini penuh dengan kedamaiaan dan menjaga silaturahmi antar umat.

"Menjadikan bulan Ramadan yang mulia dan penuh berkah ini sebagai momentum untuk memperkuat tali silaturahim dan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah antar ulama dan umaro serta warga bangsa demi persatuan dan kesatuan NKRI berdasarkam pancasila dan UUD 45," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (6/5/2019).

Wishnu menuturkan, pihaknya mengajak para ulama untuk bijaksana dalam berdakwah. Yakni harus mencontoh ajaran Nabi Muhammad SAW. Dalam dakwahnya, Rasulullah mengedepankan pendekatan yang lembut dan baik.

"Mengajak para Alim Ulama yang tidak arif bijaksana dan yang tidak menggunakan Alquran sebagai sumber cara berfikir dan berbicara serta tidak menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan utama untuk kembali ke jalan yang benar dan bersama-sama untuk membangun Indonesia," ujarnya.

Wishnu turut mengomentari kegiatan Ijtima Ulama III yang digelar pada Rabu, 1 Mei 2019. Ia menyangsikan kehadiran para ulama yang hadir di sana, apakah tulus membela kepentingan agama atau hanya terjebak di dalam politik praktis.

Sebagaimana diketahui, Ijtima Ulama III mengeluarkan lima rekomendasi untuk menyikapi dugaan kecurangan Pemilu 2019. Salah satu rekomendasi mereka ialah mendesak Bawaslu dan KPU untuk memutuskan membatalkan, atau mendiskualifikasi paslon capres-cawapres 01.

"Menolak upaya politisasi dan penyalahgunaan dari arti Ijtima' Ulama untuk Kepentingan politik praktis yang dapat memecah belah Ukhuwah Islamiah dan persatuan bangsa serta membangun upaya-upaya yang inkonstitusional terhadap Ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," kata dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini