nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deputi IV Kemenpora Didakwa Terima Suap Rp400 Juta Terkait Dana Hibah KONI

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 15:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 06 337 2052160 deputi-iv-kemenpora-didakwa-terima-suap-rp400-juta-terkait-dana-hibah-koni-ULQVQqZS9R.jpg KPK perlihatkan hasil OTT di Kemenpora. (Foto : Dok Okezone/Harits Tryan Akhmad)

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mendakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana telah menerima suap Rp400 juta, satu unit mobil Toyota Fortuner, dan satu ponsel Samsung Galaxy Note 9.

Hal tersebut disampaikan JPU KPK dalam surat dakwaannya kepada Mulyana dalam kasus dugaan suap terkait alokasi dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke KONI, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (6/5/2019).

"Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan menerima hadiah atau janji berupa uang," kata JPU KPK, Ronald F Worotikan.

JPU KPK berpandangan, uang suap itu diberikan oleh Sekretaris Jenderal Komite Olagraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Johny E Awuy. Mulyana diduga menerima uang dan barang bersama-sama dengan dua orang bawahannya.

Keduanya ialah pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto.

Ilustrasi

Dalam dakwaannya, pemberian seluruh uang dan barang itu, diduga kuat agar seluruh proses persetujuan dan pencairan dana hibah Kemenpora RI yang akan diberikan kepada KONI pada Tahun Anggaran 2018 dibantu Mulyana.

KONI mengajukan proposal bantuan dana hibah kepada Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multievent Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

Kemudian, proposal dukungan KONI dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi Tahun 2018.


Baca Juga : Pejabat Kemenpora Akui Gunakan Uang Suap dari KONI untuk Bayar Cicilan Rumah

Atas perbuatannya, Mulyana didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.


Baca Juga : Hakim ke Menpora: Saudara Sama Sekali Tak Peduli Uang Negara!

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini