nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rekomendasi Multaqo Ulama Dinilai Cegah Bangsa Terpecah

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 03:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 06 337 2051881 rekomendasi-multaqo-ulama-dinilai-cegah-bangsa-terpecah-IsoUjn1F1P.jpg (Dok. Okezone)

JAKARTA - Rekomendasi Multaqo Ulama dinilai dapat mencegah bangsa Indonesia dari perpecahan. Rekomendasi ini bahkan disebut dapat mendinginkan situasi politik.

"(Rekomendasi Multaqo) Sangat rasional dan sangat wajar, istimewa, sudah sangat jelas rekam jejaknya," kata pengamat politik Ujang Komaruddin dalam keterangan pers tertulisnya kepada wartawan, Minggu (5/4/2019).

Sejumlah ulama menggelar Multaqo Ulama, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat 3 Mei 2019, dan mengeluarkan delapan rekomendasi. Ulama yang hadir dalam Multaqo itu yakni, Ketum PBNU Said Aqil Siradj, KH Maimoen Zubair, Habib Luthfi Bin Yahya, Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar, dan Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) Nuril Arifin Husein alias Gus Nuril.

Sejumlah rekomendasi Multaqo itu diantaranya, menegaskan kembali kesepakatan pendiri bangsa dan Alim Ulama bahwa bentuk bangunan yang sejalan dengan Islam di bumi Indonesia adalah NKRI adalah bentuk negara yang sesuai dengan Islam yang rahmatan lil alamin di indonesia, dan Pancasila adalah dasar negara dan falsafah bangsa.

Kemudian, ulama mengimbau umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan dan situasi kondusif, mengedepankan persamaan sebagai umat manusia yang saling bersaudara satu sama lain. Daripada menonjolkan perbedaan yang kontraproduktif selama dan sesudah ramadhan sehingga mampu menjalankan ibadah secara khusyu dan penuh berkah.

Umat juga diajak untuk menghindari dan menangkal aksi provokasi dan kekerasan dari pihak yang tidak bertanggunjwab selama dan setelah bulan suci ramadan, selain mengganggu, dapat juga menghilangkan pahala puasa di bulan ramadan.

Menurut Ujang, rekomendasi yang dikeluarkan dalam Multaqo ini merupakan rekomendasi umum dan tidak berbenturan dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh sejumlah ulama lain dalam Ijtimak Ulama III.

“Kalau Multaqo rekomendasinya umum, itu kan respon dari ijtimak ulama, itu ya harus umum kalau menabrak atau berhadap-hadapan dengan ijtimak ulama ini berbahaya oleh karena itu rekomendasinya umum misalnya menjaga persatuan, solidaritas, persaudaraan itu lebih penting,” katanya.

Ujang berpendapat Multaqo tak bisa dilepaskan dari Ijtimak Ulama III. Katanya, tidak akan ada multaqo jika tidak ada ijtimak ulama III.

“Saya mengatakan tidak ada asap kalau tidak ada api kan. Jadi kita harus objektif dan terbuka saja menilai ini dan masyarakat Indonesia juga tahu bahwa Multaqo itu adalah respon dari rekomendasi ijtimak ulama,” katanya

Ujang menambahkan, hal yang terpenting dalam menyikapi Pemilu 2019 adalah menjaga persatuan bangsa. “Masyarakat sudah cerdas ya. justru kita fokus saja ini Ramadhan pengumuman itu kan dilaksanakan pada bulan Ramadhan 22 Mei. artinya kita Hablum Minallah menjalankan ibadah puasa lalu Hablum minannas yakni berhubungan baik dengan sesama manusia. jadi harus baik juga 01 harus baik ke 02,” katanya.

(aky)

Berita Terkait

PBNU

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini