nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dewan Pers Kecam Tindakan Kekerasan Wartawan di Aksi May Day

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 03 Mei 2019 18:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 03 337 2051225 dewan-pers-kecam-tindakan-kekerasan-wartawan-di-aksi-may-day-iXAGionujz.jpeg Anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi (foto: Harits/Okezone)

JAKARTA - Dua jurnalis mengalami tindakan kekerasan oleh oknum polisi saat meliput hari buruh Internasional atau May Day di Bandung, Jawa Barat. Dewan Pers pun mengecam adanya tindakan itu.

Anggota Dewan Pers Imam Wahyudi menyatakan, pihaknya sangat mengecam adanya tindakan menghalangi jurnalis saat bekerja dalam bentuk apapun.

“Kita tidak mentolelir kekerasan apalagi pengalang-halangan berupa kekerasan terhadap wartawan,” ungkap Imam di Kekini Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019).

 (Baca juga: Jurnalis Dianiaya Polisi saat Liput Aksi May Day di Bandung)

s

Imam juga mendesak agar pihak berwenang dapat memproses kekerasan yang terjadi meskipun dilakukan oleh oknum anggotanya sendiri.

“Kita berharap bahwa pihak berwenang dapat memproses ini sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Tak lupa, ia juga mengingatkan agar para jurnalis yang menjadi korban untuk mengikuti prosedur Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Seperti membawa data-data yang menguatkan bukti kejadian.

“Dan jangan lupa bahwa teman-teman jadi korban ikuti semua prosedur SOP dalam penanganan kasus terhadap kekerasan. Sehingga saat kasus kekerasan ini bergulir ke ranah hukum kita tidak kesulitan dalam mengumpulkan data dan sebagainya. Sudah ada standarnya,” imbaunya.

 (Baca juga: 42 Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Terjadi dalam Setahun Terakhir)

Sebelumnya, dua jurnalis yang meliput aksi May Day di sekitar Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, diancam dan dianiaya aparat. Kedua jurnalis itu ialah fotografer Tempo, Prima Mulia dan wartawan freelance, Iqbal Kusumadireza alias Reza. Reza mengaku lutut dan tulang kering kaki kanannya diinjak polisi berkali-kali. Sementara Prima mengaku sempat disekap oleh 3 orang polisi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini