nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Kembali Surati Menag untuk Diperiksa Rabu Pekan Depan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 03 Mei 2019 14:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 03 337 2051056 kpk-kembali-surati-menag-untuk-diperiksa-rabu-pekan-depan-7Z4X0TXdrb.JPG Jubir KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat panggilan ulang pemeriksaan kepada Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, pada 30 April 2019 lalu. Rencananya, Menteri Lukman akan diperiksa pada Rabu, 8 Mei 2019 mendatang.

Sedianya, politikus Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) tersebut akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Kemenag. Lukman Hakim akan diperiksa untuk tersangka Romahurmuziy (RMY)

"Ya, KPK sudah mengirimkan surat panggilan penjadwalan ulang ke Kantor Menteri Agama RI untuk memanggil Lukman Hakim sebagai saksi untuk tersangka RMY. Surat sudah dikirim 30 April 2019 kemarin ke kantor untuk jadwal pemeriksaan Rabu, 8 Mei 2019 ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019).

KPK berharap pemanggilan ulang tersebut dapat dihadiri oleh Menag. KPK meminta agar Lukman Hakim kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan dan memberikan keterangannya secara jujur.

"Jadi, kami harap yang bersangkutan datang memenuhi panggilan penyidik, karena pada panggilan pertama tidak datang dengan alasan ada kegiatan lain di Bandung," ujar Febri.

Menag Lukman

Sebelumnya, Lukman Hakim Saifuddin tidak dapat memenuhi panggilan saat akan diperiksa tim penyidik KPK pada Rabu, 24 April 2019. Lukman beralasan sedang ada kegiatan pembinaan haji di Jawa Barat dan meminta dijadwalkan ulang.

KPK sendiri sebelumnya telah menggeledah sejumlah ruangan di Kemenag terkait kasus dugaan jual-beli jabatan. Ruangan yang digeledah diantaranya, ruang kerja Menag, Lukmah Hakim Saifuddin, ruang kerja Sekjen Kemenag, Nur Kholis, dan ruang kerja Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Ahmadi.

Dari ruang kerja Menag, KPK menyita uang sebesar Rp180 juta dan USD30 ribu serta beberapa dokumen. Sementara dari ruangan lainnya, KPK menyita sejumlah bukti tambahan penting berupa dokumen.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan mantan Ketum Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy sebagai tersangka. Anggota Komisi XI DPR RI tersebut diduga terlibat kasus jual-beli jabatan di Kementeriaan Agama (Kemenag). (put)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini