nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Kejadian saat Hari Buruh, Wartawan Dianiaya hingga Orasi Keras Prabowo

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 06:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 02 337 2050414 6-kejadian-saat-hari-buruh-wartawan-dianiaya-hingga-orasi-keras-prabowo-GQefs1Syxu.jpg

JAKARTA - Peringatan Hari Buruh Internasional atau 'May Day' yang jatuh pada 1 Mei 2019 selalu dihiasi dengan aksi unjuk rasa. Ribuan buruh dari berbagai wilayah di Indonesia menyuarakan aspirasinya.

Okezone mencoba untuk menggali sejumlah fakta pelaksanaan Hari Buruh Internasional hari ini berikut rangkumannya:

1. Capres 02 Prabowo Subianto Hadiri Hari Buruh Berikan Orasi


Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menjadi tamu undangan di acara Hari Buruh Internasional 2019 yang diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Mantan Danjen Kopassus itu tidak hanya hadir melainkan juga memberikan orasi di hadapan ribuan buruh yang hadir. Dalam orasinya Prabowo menyebut buruh sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Ia juga singgung soal banyak elit politik yang kaya karena curi hak rakyat.

"Kalau menjadi kaya karena mencuri dari hak rakyat, kalau jadi kaya karena mengakali rakyat, menipu dan mengemplang hutang, menggunakan anggaran rakyat, itu namanya mengkhianati rakyat," kata Prabowo.

2. Buruh Perempuan Kenakan Kebaya saat Peringati Mau Day

Sejumlah buruh perempuan dari Federasi Serikat Pekerja Buruh Aneka Sektor Indonesia (FSPASI) dan butuh Bogor mengenakan kebaya dan capung dalam aksi peringatan Maulid Day. Mereka mengenakan kebaya dan kain dengan bertopi caping sebagai simbol buruh.

Buruh perempuan yang berkebaya itu menempati barusan terdepan massa. Mereka menjalankan aksi diam dengan membawa tampah dan bakul sebagai simbol protes beberapa harga pangan yang mahal.

"Ini adalah bentuk protes kami, pemerintah harus memperhatikan bahwa banyak buruh yang belum dapat upah layak," ujar Ratna salah seorang buruh.

3. Dilarang Demo Depan Istana Buruh Pilih Joget


Tidak diperbolehkan melakukan aksi di depan istana negara sejumlah buruh yang tergabung di dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia memutar lagu dangdut dan berjoget bersama.

Tak hanya itu mereka juga melakukan aksi teatrikal bersama seperti yang dilakukan buruh yang tergabung dalam Front Pejuang Rakyat (FPR) dan juga Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI).

"Ayo joget terus," teriak salah satu orator diatas mobil.

4. Gubernur DKI Jakarta Bagikan Kartu Pekerja ke Buruh


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan Kartu Pekerja tahap kelima untuk buruh. Kartu pekerja itu dipakai oleh penerima untuk mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan sehingga saat ini sudah 9.784 pekerja yang diverifikasi sebagai penerima kartu kredit tersebut.

"Hari ini 1 Mei 2019 Kartu Pekerja tahap ke-5 dibagikan serentak di wilayah kota DKI Jakarta. Hingga hari ini 9.784 orang pekerja telah diverifikasi untuk menerima kartu oekerja," kata Anies melalui akun instagramnya.

5. Sempat Dilarang Masa Buruh Diizinkan Lewat Depan Istana

Polisi akhirnya mengizinkan massa buruh yang memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) untuk melintasi Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (1/5/2019) sekitar pukul 13.45 WIB.

Massa sebelumnya tertahan di Jalan Sudirman dekat Halte Transjakarta Dukuh Atas sejak pukul 11.30 WIB. Setelah bernegosiasi dengan alot, polisi akhirnya rela membuka barikade pasukan dan menyingkirkan mobil water cannon dan barracuda.

Peserta aksi peringatan May Day yang terdiri dari berbagai kelompok tersebut kemudian memasuki Bundaran HI dengan tertib dan melanjutkan perjalanan mereka ke Istana Negara tetap dengan pengawalan aparat kepolisian.

6. Wartawan Dianiaya saat Liput Hari Buruh


Dua jurnalis yang meliput aksi May Day di sekitar Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, diancam dan dianiaya aparat. Kedua jurnalis itu ialah fotografer Tempo, Prima Mulia dan wartawan freelance, Iqbal Kusumadireza alias Reza.

Reza mengaku lutut dan tulang kering kaki kanannya diinjak polisi berkali-kali. Sementara Prima mengaku sempat disekap oleh 3 orang polisi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini