nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Tuntutan Lengkap Buruh di May Day 2019

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 01 Mei 2019 19:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 01 337 2050334 ini-tuntutan-lengkap-buruh-di-may-day-2019-ri7A6E8gSF.jpeg Ribuan buruh peringati May Day 1 Mei 2018. (Ilustrasi/Dok Okezone)

JAKARTA – Puluhan ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) merayakan May Day 2019 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2019). KSPI membawa enam tuntutan kepada pemerintah.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, secara umum tema May Day yang diangkat adalah tentang "Kesejahteraan Buruh dan Demokrasi Jujur Damai". Sedangkan tuntutan turunannya berjumlah enam poin.

"KSPI mewakili kaum buruh mempunyai kepentingan memastikan demokrasi harus jujur, pilpres dan pileg sampai nanti diumumkan resmi oleh KPU pada 22 Mei," ujar Iqbal di lokasi.

Iqbal menuturkan, enam poin tuntutan yang disuarakan kaum buruh pada May Day 2019, yaitu menolak upah murah sekaligus cabut PP Nomor 78 Tahun 2015, beserta menaikkan komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menjadi 84 item. Selain itu, KSPI menuntut sistem outsourcing dan pemagangan berkedok outsourcing dihapuskan.

"Kesejahteraan buruh adalah tentang cabut PP 78, kita apresiasi Pak Jokowi sudah melakukan itu dalam statement-nya dan kita tunggu hasil revisinya apa. Kemudian KHL harus 84 item, sekarang baru 60 item. Lalu hapus outsourcing dan pemagangan," kata Iqbal.

Demo buruh (Dok Okezone)

"Pemagangan lebih berbahaya dari outsourcing. Orang dibayar Rp500 ribu kerja 8 jam, enggak punya jaminan kesehatan dan jaminan pensiun. Jangan teman-teman jurnalis kontributor akan digitukan kalau pemagangan dilegalkan kalau kita enggak lawan. Pemagangan harus dilawan karena sudah tidak sesuai dengan UU," katanya.

Tuntutan buruh lainnya adalah meningkatkan jaminan kesehatan dan jaminan pensiun, turunkan tarif dasar listrik dan harga sembako, serta meningkatkan kesejahteraan guru-tenaga honorer juga pengemudi ojek online.

"Turunkan harga dasar listrik dan harga sembako. Siapapun presidennya. Kalau enggak kita demo terus," ucap Iqbal.


Baca Juga : Massa Berpakaian Hitam-Hitam Ricuhkan Aksi Buruh di Bandung

Terakhir, KSPI juga menyerukan kepada kaum buruh untuk ikut serta mengawal form C1 di KPU wilayah masing-masing demi mencegah kecurangan dan mengawal demokrasi yang jujur.

"Pengerahan massa dalam koridor hukum. Tidak boleh ada kekerasan, fitnah, dan hoaks. Kami militan menjaga agar pemilu jujur," kata Iqbal.


Baca Juga : Polri: Situasi Keamanan May Day di Indonesia Berlangsung Kondusif

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini