Share

PKB: Imam Nahrawi Mundur dari Menpora Hoaks!

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 30 April 2019 20:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 30 337 2050008 pkb-imam-nahrawi-mundur-dari-menpora-hoaks-zrc3SPfILN.jpg Menpora Imam Nahrawi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membantah Imam Nahrawi mundur dari kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Informasi liar yang menyebut hal tersebut dipastikan hoaks. 

"Itu hoaks," kata Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (30/4/2019).

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf itu mengatakan dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kepada Imam Nahrawi terkait kunjungannya ke Istana Negara.

Kata Karding, kedatangan Imam ke Istana menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bukan untuk menyatakan mundur dari jabatannya, melainkan untuk melaporkan rencana SEA Games 2019 di Filipina.

"Saya sudah konfirmasi ke yang bersangkutan. Mas Imam ke Istana melaporkan rencana SEA Games 2019 di Filipina," ujarnya.

(Baca Juga: Menghadap Jokowi, Imam Nahrawi Mundur dari Menpora?)

Menpora Imam Nahrawi

Menpora Imam Nahrawi menghadap Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta. Ketika ditemui awak media, Menpora hanya mengaku silaturahim.

"Silaturahim," kata Imam Nahrawi singkat.

Imam Nahrawi memilih tak menjelaskan detail perbincangannya dengan Presiden Jokowi. Namun, menyusul pertemuan tersebut beredar isu, menteri asal PKB itu meminta izin mundur dari kursi Menpora.

Isu tersebut langsung dibantah oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Menurut Sekretaris Menpora (Sesmenpora), Gatot Dewa Broto, kabar tersebut tidak benar.

"Nggak benar karena nggak ada info. Wass," ujar Sekretaris Menpora (Sesmenpora), Gatot Dewa Broto saat dikonfirmasi Okezone.

Nama Imam Nahrawi santer disebut dalam pusaran kasus dugaan korupsi dana hibah di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dengan terdakwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy Senin 29 April 2019. Ia pun sudah dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan.

Ada tiga orang tersangka dari Kemenpora dalam perkara ini, yaitu Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Adhi Purnomo dan Staf Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora Eko Triyanta.

(Baca Juga: Hakim ke Menpora: Saudara Sama Sekali Tak Peduli Uang Negara!

Ending Fuad didakwa menyuap Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana dengan satu unit mobil Fortuner, uang Rp400 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 serta Asisten Olahraga Prestasi pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Adhi Purnomo dan Staf Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora Eko Triyanta senilai Rp215 juta.

Suap itu diberikan agar Kemenpora mencairkan pertama, dana hibah tugas pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi Olahraga Nasional pada multi event Asian Games ke-18 dan Asian Para Games ke-3 pada 2018 senilai Rp30 miliar dan kedua, dana pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun 2018 sejumlah Rp17,971 miliar.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini