JK: Pemindahan Ibu Kota Baru Tahap Studi, Belum Persiapan Fisik

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 30 April 2019 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 30 337 2049816 jk-pemindahan-ibu-kota-baru-tahap-studi-belum-persiapan-fisik-5O0MIDzQrh.jpg Wapres Jusuf Kalla

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pemindahan Ibu Kota negara dari Jakarta ke luar Pulau Jawa membutuhkan kajian mendalam. Saat ini proses pemindahan belum sampai tahap persiapan fisik.

"Baru dalam tahap studi, belum ada persiapan fisik. Karena tempat pun belum dipilih," ujar JK di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Menurut dia, kajian pemindahan Ibu Kota perlu dilakukan secara detail antara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan Kementerian PUPR beserta ahli planologi. "Jadi harus beil baru, efektif dan efisien," kata dia.

(Baca Juga: Jokowi: Menurut Anda, di Mana Sebaiknya Ibu Kota Indonesia Ditempatkan?)

Karena itu, sambung JK, hingga saat ini pemerintah belum memutuskan daerah yang akan dijadikan Ibu Kota pengganti Jakarta. Paling tidak sebanyak 10 syarat mesti terpenuhi.

"Belum diputuskan dimananya. Karena ada syaratnya lagi, ada 10 syaratnya, harus strategis, harus letaknya di tengah dari pada Indonesia, harus penduduknya mempunyai toleransi yang baik, harus bersifat nasional, ini butuh riset yang betul dan pemilihan yang betul dan adil," tuturnya.

Diwartakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan Ibu Kota Indonesia harus dipindah ke luar Pulau Jawa, mengingatkan Kota Jakarta sudah sangat padat dan rawan bencana.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas membahas 'Tindak Lanjut Rencana Pemindahan Ibu Kota' di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin 29 April 2019, yang dihadiri para menteri.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, ada tiga alternatif lokasi yang mengemuka dalam rapat tersebut, tapi Jokowi memilih alternatif terakhir, yakni menempatkan Ibu Kota di luar Pulau Jawa.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini