nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesepakatan Batas Laut Belum Tuntas Jadi Pemicu Gesekan KRI dan Kapal Vietnam

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 30 April 2019 13:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 30 337 2049786 kesepakatan-batas-laut-belum-tuntas-jadi-pemicu-gesekan-kri-dan-kapal-vietnam-kFgNXZ8JkU.JPG Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati/Kanan (Foto: Ist)

JAKARTA - Insiden laut yang melibatkan Kapal Pengawas Perikanan Vietnam dan KRI Tjiptadi-381 di Laut Natuna dipicu oleh belum rampungnya kesepakatan batas laut antara Indonesia dan Vietnam.

Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengakui bahwa gesekan antara kapal perang Indonesia dengan kapal-kapal milik negara tetangga memang sering terjadi.

"Insiden di Laut Natuna pada tanggal 27 April 2019 merupakan ekses belum tuntasnya kesepakatan batas laut Indonesia dan Vietnam. Insiden semacam ini juga beberapa kali terjadi antara beberapa kapal perang RI dengan kapal-kapal negara tetangga lainnya," kata Susaningtyas dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Selasa (30/4/2019).

Dia menjelaskan, sesuai dengan Hukum Laut Internasional (UNCLOS 1982), setiap negara pantai memang memiliki kewenangan untuk menarik garis batas lautnya sesuai mekanisme yang berlaku. Kewenangan tersebut mengacu kepada status negara tersebut apakah negara kepulauan atau bukan negara kepulauan.

"Status inilah yang seringkali diabaikan atau sengaja diabaikan oleh suatu negara pantai ketika melakukan klaim batas laut sehingga seringkali memantik konflik dengan negara lain," ujar wanita yang karib disapa Nuning ini.

Kapal Vietnam

Menurutnya, masih banyak persoalan regional yang harus dihadapi Indonesia dan Vietnam secara bilateral ataupun dalam kerangka ASEAN. Implementasi ASEAN Community yang telah dicanangkan sejak tahun 2015 lanjut Nuning, seharusnya menjadi instrumen yang dapat mempercepat penyelesaian batas laut kedua negara.

"Klaim batas laut suatu negara harus didukung pula dengan data geografis dan geologis dalam suatu perundingan. Sayangnya, negara pantai kadang lebih menonjolkan data-data sejarah yang sudah pasti bersifat sepihak. Indonesia dapat lebih menonjolkan semangat ASEAN untuk mengajak Vietnam mempercepat penyelesaian batas laut," katanya menandaskan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini