Peristiwa 30 April: George Washinton Jadi Presiden Pertama AS dan Wafatnya Pramoedya Ananta Toer

Achmad Fardiansyah , Okezone · Selasa 30 April 2019 07:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 30 337 2049628 peristiwa-30-april-george-washinton-jadi-presiden-pertama-as-dan-wafatnya-pramoedya-ananta-toer-QasfN9EcyB.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Berbagai peristiwa bersejarah jatuh pada 30 yang patut diingat oleh manusia. Berdasarkan catatan Wikipedia.org yang dikutip Okezone, pada Selasa 30 April 2019.

30 April 1786: (George Washinton Mulai menjabat sebagai Presiden Pertama Amerika Serikat)

 

George Washinton merupakan seorang jendral dan negarawan yang terkenal di negara Paman Sam. Washinton juga merupakan salah satu pendiri negara Amerika Serikat dan salah satu pentolan Pasukan Patriot selama perang Revolusi Amerika Serikat. Washinton bersama pasukannya berhasil meraih kemerdekaan dari Britania Raya.

30 April 1937: (Perempuan di Filipina memperoleh hak pilih)

 

Pada tanggal 30 1937 lalu. Perempuan Filipina akhirnya meraih secara penuh hak asasi manusia (HAM), di tahun tersebut pemerintah Filipina membebaskan kaum perempuan untuk menentukan pilihannya sendiri tanpa ada intervensi.

30 April 2006: (Meninggal dunia Sastrawan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer)

Siapa yang tidak kenal dengan sastrawan yang menghasilkan 50 karya yang diterjamaahkan lebih dari 42 bahasa asing ini, merupakan sastrawan asal Indonesia.

Pramoedya Anant Toer lahir di Blora, Jawa Tengah pada 6 Febuari 1925 dan meninggal di Jakarta 30 April 2006 lalu.

Saat remaja, Pramoedya sempat menjadi juru ketik di sebuah surat kabar Jepang yang berkantor di Jakarta, namun hal itu tidak lama Pramoedya keluar dari pekerjaannya.

Pada masa kemerdekaan. Pramoedya sempat bergabung dengan kelompok militer di Jawa dan kerap ditempatkan di Jakarta pada akhir perang kemerdekaan., Pramoedya terus menulis cerpen serta buku selama berkarier di dunia militer. Pramoedya juga sempat ditahan oleh kerajaan Hindia Belanda, bahkan dirinya sempat di bawa ke negara Belanda sebagai program pertukaran budaya.

Sepulang dari Belanda, Pramoedya bergabung dengan Lemebaga Kesenian Rakyat (Lekra), saat bergabung dengan Lekra gaya penulisan Pram berubah, Pramoedya telah menulis banyak kolom dan artikel pendek yang mengkritik pemerintahan Indonesia terkini. Ia menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer,

Sampai akhir hayatnya ia aktif menulis, walaupun kesehatannya telah menurun akibat usianya yang lanjut dan kegemarannya merokok. Pada 12 Januari 2006, ia dikabarkan telah dua minggu terbaring sakit di rumahnya di Bojong Gede, Bogor, dan dirawat di rumah sakit. Menurut laporan, Pramoedya menderita diabetes, sesak napas dan jantungnya melemah.

Pada 6 Februari 2006 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, diadakan pameran khusus tentang sampul buku dari karya Pramoedya. Pameran ini sekaligus hadiah ulang tahun ke-81 untuk Pramoedya. Pameran bertajuk Pram,

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini