nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pejabat Kemenpora Akui Gunakan Uang Suap dari KONI untuk Bayar Cicilan Rumah

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 29 April 2019 16:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 29 337 2049445 pejabat-kemenpora-akui-gunakan-uang-suap-dari-koni-untuk-bayar-cicilan-rumah-QTUOPpdlAi.jpg Sidang Dana Hibah KONI Lewat Kemenpora untuk Terdakwa Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tipikor Jakarta (foto: Arie DS/Okezone)

JAKARTA - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementeriaan Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Adhi Purnomo mengakui pernah meminta Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Ending Fuad Hamidy untuk membayarkan cicilan rumahnya.

Sebagaimana hal tersebut diakui Adhi Purnomo saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan dana bantuan atau hibah untuk KONI lewat Kemenpora untuk terdakwa Ending Fuad Hamidy.

Baca Juga: Wakil Bendahara KONI Sebut Beri Uang Rp300 Juta untuk Muktamar NU 

Awalnya, Adhi membantah minta dibelikan mobil ‎jenis Yaris ke Ending Hamidy. Namun, dia mengakui menerima uang suap dari Ending Hamidy untuk membayar cicilan rumahnya.

 

"‎Saya enggak minta mobil Yaris Pak. Selama ini saya enggak punya mobil. Saat ditangkap pun saya pakai motor, hanya ada keinginan saja. Sebulan itu kan saya harus cicil rumah Rp5 juta," ungkap Adhi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Adhi mengaku sudah mengetahui bahwa Ending Hamidy akan memberikan tanda 'terima kasih'. Pemberian itu akan diberikan Ending Hamidy apabila permintaan dana hibah dari KONI kepada Kemenpora sudah disetujui dan dicairkan.

Adhi mengatakan, dia memilih tanda terima kasih dari KONI tersebut dialihkan untuk bayar cicilan rumahnya seharga Rp5 juta.

"Ya kalau ada rezeki ya saya mau buat cicilan rumah saja," kata Adhi.

Dalam perkara ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umumnya, Johny E Awuy didakwa telah menyuap pejabat Kementeriaan Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)

Pejabat Kemenpora yang diduga menerima suap dari dua petinggi KONI itu yakni, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Adhi Purnomo serta seorang staf Kemenpora, Eko Triyanto.

Baca Juga: Menpora Bakal Bersaksi di Sidang Suap Dana Hibah KONI 

Kedua petinggi KONI tersebut menyuap pejabat Kemenpora dengan tujuan untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hibah Kemenpora RI yang akan diberikan kepada KONI.

Johny dan Ending didakwa menyuap pejabat Kemenpora dengan memberikan satu unit Toyota Fortuner hitam, uang Rp300 juta, kartu ATM debit BNI dengan saldo Rp100 juta, serta Ponsel merek Samsung Galaxy Note 9.

Atas perbuatanya, keduanya didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini