nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari Anak Krakatau hingga Merapi, Begini Kondisi 4 Gunung Api di Indonesia Sepekan Lalu

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 29 April 2019 11:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 29 337 2049287 dari-anak-krakatau-hingga-merapi-begini-kondisi-4-gunung-api-di-indonesia-sepekan-lalu-RZ5LZ0aRx1.jfif Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan kondisi empat gunung api di Indonesia periode pantauan 22 hingga 28 April 2019. Keempatnya adalah Gunung Sibanung, Gunung Agung, Gunung Anak Krakatau dan Gunung Merapi.

Dalam laporan yang dirilis di laman resmi Badan Geologi, Senin (29/4/2019), keempat gunung api itu tak mengalami peningkatan status atau level aktivitas selama satu pekan lalu. Gunung Sinabung masih berstatus awas atau level IV, Gunung Agung siaga (level (III). Sedangkan Gunung Merapi dan Anak Krakatau statusnya waspada (level II).

Gunung Sinabung

Selama 22-28 April 2019, Gunung Agung di Karo, Sumatera Utara tidak terjadi erupsi baik efusif maupun eksplosif. Secara visual umumnya gunung cerah, tertutup kabut, dan berawan. Asap kawah teramati berwarna putih tipis sampai tebal tekanan lemah mencapai ketinggian 500 meter di atas puncak.

Gunung Sinabung (Dok PVMBG)

Seismograf merekam 24 kali gempa hembusan, 8 kali gempa tornillo, 1 kali gempa vulkanik dalam, 3 kali gempa tektonik lokal, dan 10 kali gempa tektonik jauh.

Gunung Agung

Pada minggu lalu tidak terjadi erupsi tipe eksplosif/letusan. Pengamatan visual selama seminggu Gunung Agung terlihat jelas, kabut/berawan, dan hujan. Umumnya asap kawah teramati berwarna putih ketebalan sedang mencapai ketinggian 200 meter dari atas puncak gunung api tertinggi di Bali itu.

Gunung Agung (Okezone)

Seismograf merekam 6 kali gempa hembusan, 7 kali gempa vulkanik dangkal, 3 kali gempa vulkanik dalam, 2 kali gempa tektonik lokal, dan 39 kali gempa tektonik jauh.

Gunung Anak Krakatau

Pada minggu lalu, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung hampir setiap hari terjadi erupsi tipe letusan kecil, jumlah total erupsi letusan sebanyak 19 kali, tetapi erupsi tidak diikuti oleh embusan kolom asap atau abu.

Pengamatan visual selama seminggu gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut, hembusan asap kawah tidak teramati.

Gunung Anak Krakatau (Dok BNPB)

Seismograf merekam 19 kali gempa letusan, 37 kali gempa hembusan, 32 kali gempa low frequency, tremor menerus dengan amplitudo 1-41 mm, dan 12 kali gempa vulkanik dangkal, 6 kali gempa vulkanik dalam.

Gunung Merapi

Pada minggu lalu, gunung api yang terletak di Jawa Tengah dan Yogyakarta itu tidak tercatat erupsi letusan tetapi erupsi efusif berupa pertumbuhan kubah lava dalam laju rendah masih berlangsung. Posisi kubah lava masih stabil tetapi masih terjadi guguran lava dan awan panas guguran (APG), di malam hari tampak luncuran material pijar. Arah guguran dominan ke tenggara (Kali Gendol).

Volume kubah lava minggu ini sama dengan hasil pengukuran 9 April 2019 yaitu sebesar 466.000 m3. Sebagian besar ekstrusi lava yang terjadi langsung gugur ke hulu Kali Gendol. APG terjadi sebanyak 5 kali meluncur maksimum sejauh 1200 m ke arah hulu Kali Gendol pada 24 April 2019.

Gunung Merapi (Okezone)

Secara visual cuaca didominasi mendung, berawan dan hujan, kadang-kadang pagi dan malam teramati cerah. Tidak terjadi lahar. Asap kawah teramati berwarna putih intensitas tipis hingga tebal mencapai ketinggian 700 meter di atas puncak kawah.

Seismogram merekam 5 kali APG, 127 kali gempa guguran, 11 kali gempa mp, 30 kali gempa hembusan, 8 kali gempa lf, 2 kali gempa vulkanik dangkal, dan 6 kali gempa tektonik.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini