nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berikut Dampak Kerusakan Imbas Banjir & Longsor di Bengkulu

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Minggu 28 April 2019 12:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 28 337 2049010 berikut-dampak-kerusakan-imbas-banjir-longsor-di-bengkulu-osFrLdvER0.JPG Tim SAR evakuasi korban banjir di Bengkulu (foto: Demon Fajri/Okezone)

JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur seluruh wilayah di Bengkulu telah menyebabkan bencana banjir dan longsor. Sungai-sungai meluap dan longsor terjadi di banyak tempat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bencana banjir dan longsor terjadi di 9 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu yaitu di Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.

BPBD Provinsi Bengkulu mencatat, sebanyak 10 orang meninggal dunia, delapan orang hilang, dua orang luka berat, dua orang luka ringan, 12.000 orang mengungsi, dan 13.000 jiwa terdampak bencana.

"Sedangkan kerusakan fisik meliputi 184 rumah rusak, 4 unit fasilitas pendidikan, 40 titik infrastruktur rusak (jalan, jembatan, oprit, gorong-gorong) yang tersebar di 9 kabupaten/kota, dan 9 lokasi sarana prasarana perikanan dan kelautan yang tersebar di 5 kabupaten/kota. Data dampak bencana ini dapat bertambah mengingt belum semua lokasi bencana dapat dijangkau," kata Sutopo kepada Okezone, Minggu (28/4/2019).

Saat ini, banjir sebagian sudah surut di beberapa wiayah wilayah. Namun banjir masih banyak menggenangi permukiman di beberapa wilayah. Dampak bencana susulan yang mungkin timbul adalah munculnya penyakit kulit dikarenakan minimnya air bersih, gangguan ISPA, dan lain-lain. Selain itu longsor dan banjir dapat berpotensi kembali terjadi jika curah hujan tinggi.

Banjir Bengkulu

"Penanganan darurat bencana terus dilakukan. Gubernur Bengkulu, Rohodin Mersyah telah memerintahkan seluruh jajaran SKPD di Bengkulu agar mengerahkan potensi yang ada di daerah untuk membantu penanganan darurat bencana," jelasnya.

Gubernur Bengkulu telah melaporkan dampak bencana kepada Kepala BNPB Doni Monardo. BNPB telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat untuk mendampingi BPBD dan memberikan bantuan dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat.

"Kepala daerah yang daerah mengalami bencana diimbau segara menetapkan status darurat untuk mempercepat penanganan darurat," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini