Akses Putus Total, Tim SAR Kesulitan Jangkau Korban Banjir Bengkulu

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 28 April 2019 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 28 337 2049007 akses-putus-total-tim-sar-kesulitan-jangkau-korban-banjir-bengkulu-zaXirTtMbB.JPG Foto udara dampak banjir di Bengkulu (Foto: BNPB)

JAKARTA - Untuk menangani korban banjir dan longsor di Bengkulu, posko pengungsian mulai disebar di 12 titik lokasi. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, rapat koordinasi terus dilakukan setiap harinya untuk menentukan langkah penanganan bencana alam di wilayah itu.

"Penyelamatan, pencarian korban dan evakuasi korban dilakukan dengan menggunakan perahu karet. Dapur umum didirikan dan melaksanakan pendistribusian makanan," ujar Sutopo dalam siaran persnya kepada Okezone di Jakarta, Minggu (28/4/2019).

Selain itu kata dia, pengerahan tenaga juga dilakukan, meliputi aparat Pemda, Polda, TNI-Polri, Lanal, Basarnas, Tagana, ACT, PKPU, MDMC, mahasiswa, Perkumpulan Organisasi Tionghoa Bengkulu, dan organisasi lainnya.

"Perbaikan darurat dilakukan, khususnya untuk mengatasi jalur transportasi dan distribusi bantuan," kata dia.

Untuk mengatasi longsor yang menutup badan jalan lanjut Sutopo, pemerintah setempat telah melakukan pembersihan material menggunakan alat berat (escavator) sehingga akses jalan dapat dilalui. Sedangkan untuk jalan dan jembatan yang putus telah dilakukan survei, pendataan dan pengamanan dengan memasang rambu peringatan di jalan.

"Kendala yang dihadapi dalam penanganan darurat saat ini adalah sulitnya untuk menjangkau ke lokasi titik-titik banjir dan longsor dikarenakan seluruh akses ke lokasi kejadian terputus total," ujarnya.

Koordinasi dan komunikasi ke Kabupaten/Kota lanjut Sutopo cukup sulit dilakukan karena aliran listrik banyak yang terputus. Pendistribusian logistik terhambat karena akses jalan banyak yang terputus karena banjir dan longsor. Titik lokasi bencana banjir dan longsor menurutnya, sangat banyak sedangkan jarak antar titik banjir dan longsor berjauhan, sehingga menyulitkan untuk mencapai semua lokasi.

Banjir Bengkulu

"Terbatasnya dana atau anggaran yang memadai sehingga menyulitkan operasional penanganan bencana.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda pengungsian, perahu karet,  selimut, makanan siap saji, air bersih, family kid, peralatan bayi, lampu emergency, peralatan rumah tangga untuk membersihkan lumpur dan lingkungan, sanitasi, dan tenaga relawan," tuturnya.

BPBD hingga kini masih melakukan pendataan dampak bencana dan penanganan bencana. Masyarakat senantiasa diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan berintensitas tinggi masih dapat berpotensi terjadi di wilayah Indonesia.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini