12.000 Jiwa Mengungsi Akibat Bencana Banjir & Longsor di Bengkulu

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 28 April 2019 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 28 337 2049006 12-000-jiwa-mengungsi-akibat-bencana-banjir-longsor-di-bengkulu-jePT7h3qKP.jpg Kapusdatin dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur seluruh wilayah di Bengkulu sejak Jumat sore hingga Sabtu 27 April 2019 telah mengakibatkan bencana banjir dan longsor di wilayah itu kian meluas. Sungai-sungai meluap dan longsor terjadi di banyak tempat.

Bencana banjir dan longsor terjadi di 9 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu yaitu di Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, data sementara dampak bencana dari kaji cepat yang dilakukan BPBD Provinsi Bengkulu tercatat 10 orang meninggal dunia, 8 orang hilang, 2 orang luka berat, 2 orang luka ringan, 12.000 orang mengungsi, dan 13.000 jiwa terdampak bencana.

"Kerusakan fisik meliputi 184 rumah rusak, 4 unit fasilitas pendidikan, 40 titik infrastruktur rusak (jalan, jembatan, oprit, gorong-gorong) yang tersebar di 9 kabupaten/kota, dan 9 lokasi sarana prasarana perikanan dan kelautan yang tersebar di 5 kabupaten/kota," kata Sutopo dalam siaran persnya kepada Okezone di Jakarta, Minggu (28/4/2019).

Data dampak bencana ini bisa saja bertambah mengingat belum semua lokasi bencana dapat dijangkau. Saat ini, banjir sebagian sudah surut di beberapa wiayah wilayah. Namun banjir masih banyak menggenangi permukiman di beberapa wilayah.

Banjir di Bengkulu

"Dampak bencana susulan yang mungkin timbul adalah munculnya penyakit kulit dikarenakan minimnya air bersih, gangguan ISPA, dan lain-lain. Selain itu longsor dan banjir dapat berpotensi kembali terjadi jika curah hujan tinggi. Penanganan darurat bencana terus dilakukan," ujar dia.

Sementara, Gubernur Bengkulu, Rohodin Mersyah telah memerintahkan seluruh jajaran SKPD di Bengkulu agar mengerahkan potensi yang ada di daerah untuk membantu penanganan darurat bencana. Gubernur juga telah melaporkan dampak bencana kepada Kepala BNPB, Doni Monardo.

"BNPB telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mendampingi BPBD dan memberikan bantuan dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat. Kepala daerah yang daerah mengalami bencana dihimbau segara menetapkan status darurat untuk mempercepat penanganan darurat," ucap Sutopo.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini