nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemuda Punya Peran Signifikan Tangkal Radikalisme

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 17:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 25 337 2048015 pemuda-punya-peran-signifikan-tangkal-radikalisme-NC69T4bEne.jpg Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam (foto: Okezone)

JAKARTA - Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asrorun Niam Sholeh mengatakan, pemuda memiliki peran signifikan dalam menangkal tumbuh-kembangnya paham radikalisme.

Karena itu, Indonesia menginisiasi dialog kepemudaan antaragama sebagai bentuk komitmen menjaga perdamaian dan memperkuat budaya keberagaman bagi pemuda. Hal itu dikatakan Niam saat membuka acara Mid-Term Review Workshop of the ASEAN Work Plan on Youth di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

Baca Juga: Jelang Pemilu, Radikalisme Disebut Pindah ke Medsos Lewat Akun Bodong

Seluruh perwakilan negara ASEAN hadir dalam pertemuan dan workshop yang merupakan program pendampingan kepemudaan antarnegara tersebut.

 

"Kami ingin memperkuat relasi kepemudaan di ASEAN khususnya penguatan toleransi di kalangan pemuda agar menjadi penangkal tumbuhnya radikalisme atas nama agama, politik, ras atau apa saja yang didasari perbedaan," kata Niam dalam keterangan pers tertulis yang diterima, Kamis (25/4/2019).

Niam yang juga menjabat Chairman ASEAN SOMY (Senior Officials Meeting on Youth), mengajak seluruh delegasi untuk mengucapkan bela sungkawa atas tragedi ekstrimisme atau kekerasan yang terjadi di Srilanka dan New Zeland. Semua peserta diminta untuk mendoakan agar peristiwa intoleransi yang berujung terorisme tidak terjadi lagi.

"Semoga ini yang terkahir. Kita berharap semua anak muda di dunia khususnya ASEAN harus memperkuat toleransi serta membiasakan menghargai perbedaan. Toleransi adalah kunci perdamaian," tuturnya.

Baca Juga: Intelijen Ungkap Radikalisme Menyasar Kalangan ASN di Jateng 

Fenomena radikalisme di kalangan pemuda, kata Niam, dipicu oleh sentimen atau cara pandang yang tidak tepat atas persoalan ras, agama, dan politik. Mereka yang terpapar faham ini cenderung tidak bisa menerima perbedaan antara satu dengan yang lainnya.

Seperti diketahui, serangan bom mengguncang Sri Lanka beberapa waktu lalu. Jumlah korban tewas akibat serangan teroris di Hari paskah itu dilaporkan mencapai 310 jiwa. Peristiwa ini tidak berselang lama setelah kasus penembakan brutal terjadi di sebuah masjid di Selandia Baru yang juga membuat puluhan orang meninggal.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini