nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratna Sarumpaet: Fahri Hamzah Tawarkan Diri Jadi Saksi Meringankan untuk Saya

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 13:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 25 337 2047892 -pTrGzMeg7B.jpg Ratna Sarumpaet dalam Sidang Kasus Penyebaran Berita Bohong atau Hoaks di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet menyebut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menawarkan diri untuk menjadi saksi meringankan pada kasus yang membelitnya.

"Atas permintaan dia. Dia (Fahri) menawarkan diri," kata Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

Wajah Datar Ratna Sarumpaet saat Jalani Sidang Perdana

Baca Juga: Pengacara Ratna Sarumpaet Sebut Fahri Hamzah Bersedia Jadi Saksi Meringankan 

Ratna menuturkan, hanya ada seorang tokoh politik saja yang berkenan menjadi saksi meringinkan bagi dirinya, yakni Fahri Hamzah. Sementara itu saksi lainnya yang akan dihadirkan yaitu seorang stafnya.

"InsyaAllah (Fahri) kalau di atas tanggal 6 bisa. (Tokoh politiknya) itu aja. Sama satu lagi staf saya," ungkap ibunda aktris Atiqah Hasiholan itu.

Sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet hari ini menghadirkan ahli dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ahli yang dihadirkan terdiri dari ahli sosiologi, bahasa, pidana dan ahli digital forensik.

Ratna Sarumpet sebelumnya mengatakan saksi ahli yang diajukan jaksa akan memberatkan dirinya. "Ini saksi dari ahli kan dari jaksa, ya gak tau, kalau dari jaksa itu memberatkan dong," imbuh ibunda aktris Atiqah Hasiholan tersebut.

Diketahui, kasus hoaks Ratna Sarumpaet sendiri bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar luas di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tidak dikenal di Kota Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga: Sidang Lanjutan Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Hadirkan 4 Saksi Ahli 

Tiba-tiba Ratna mengklarifikasi kalau berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna mengaku mukanya lebam setelah menjalani operasi plastik. Akibatnya, hampir seluruh masyarakat tertipu olehnya.

Dalam perkara ini Ratna Sarumpaet didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 Ayat (2) juncto 45A Ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini