nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiba di Pengadilan, Ratna Sarumpaet Sebut Keterangan Saksi Ahli Akan Memberatkan

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 25 April 2019 09:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 25 337 2047796 tiba-di-pengadilan-ratna-sarumpaet-sebut-keterangan-saksi-ahli-akan-memberatkan-M14DPZFezB.jpg Ratna Sarumpaet. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet menghadiri sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan ahli di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/4/2019).

Ratna meyakini ahli yang akan memberikan keterangannya di muka sidang pasti memberatkan dirinya. Sebab ahli tersebut diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Ini saksi dari ahli kan dari jaksa, ya enggak tau, kalau dari jaksa itu memberatkan dong," ucap Ratna di PN Jaksel.

Berdasarkan pantauan Okezone, Ratna turun dari mobil tahanan dengan pengawalan polisi dan pihak kejaksaan. Ia mengenakan rompi oranye.

Wajah Datar Ratna Sarumpaet saat Jalani Sidang Perdana

Koordinator Jaksa Penuntut Umum kasus Ratna Sarumpaet, Daroe Tri Sadono mengatakan, pihaknya menghadirkan empat orang ahli dalam sidang lanjutan hari ini.

(Baca juga: Sidang Lanjutan Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Hadirkan 4 Saksi Ahli)

Empat ahli yang dihadirkan itu yakni sosiolog, Trubus; ahli bahasa, Nik Nik; ahli pidana, Metty Rahmawati; dan ahli digital forensik, Saji Purwanto.

Diketahui sebelumnya kasus hoaks Ratna Sarumpaet sendiri bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar luas di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tidak dikenal di Kota Bandung, Jawa Barat.

Tiba-tiba Ratna mengklarifikasi kalau berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna mengaku mukanya lebam setelah menjalani operasi plastik. Akibatnya, hampir seluruh masyarakat tertipu olehnya.

Dalam perkara ini Ratna Sarumpaet didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 Ayat (2) juncto 45A Ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini