nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ISIS Klaim Bom di Sri Lanka, Polri: Kami Sudah Pantau Jaringan Teroris di Indonesia

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 12:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 24 337 2047382 isis-klaim-bom-di-sri-lanka-polri-kami-sudah-pantau-jaringan-teroris-di-indonesia-8cYiGytqbi.jpg Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kelompok radikal ISIS mengklaim sebagai otak atas rangkaian serangan bom yang terjadi di Sri Lanka. Klaim tersebut diumumkan ISIS melalui sayap medianya, AMAQ yang menyebut ada keterlibatan militan asing dalam serangan yang menghantam tiga gereja dan empat hotel pada Hari Paskah itu.

Terkait keamanan di Indonesia Mabes Polri memastikan telah mengantisipasi setiap pergerakan kelompok teroris yang memiliki afiliasi dengan ISIS. Polri saat ini terus memantau pergerakan kelompok tersebut.

 Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Sri Lanka Masih Satu Keluarga

"Polri sudah laksanakan mapping dan profiling sleeping-sleeping cell di seluruh wililayah Indonesia dengan terus memonitoring pergerakan kelompok tersebut," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat di konfirmasi Okezone, Kamis (24/4/2019).

 https://img-z.okeinfo.net/content/2019/04/23/337/2046999/polri-tak-ada-korban-maupun-keterlibatan-wni-dalam-bom-di-sri-langka-2cM3OKpr6w.jpg

Dedi menjelaskan, penangkapan sejumlah kelompok jaringan teroris yang berafiliasi dengan ISIS di berbagai wilayah di Indonesia menjadi salah satu bentuk pengamanan dari kemungkinan serangan kelompok teroris.

 Baca juga: Menteri: Pengeboman Sri Lanka Pembalasan untuk Penembakan Masjid di Selandia Baru

"Polri pasca penangkapan kelompok teroris jaringan Lampung, Sibolga, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Riau adalah langkah-langkah preventif strike berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2018 dalam rangka mitigasi rencana aksi-aksi kelompok JAD yang berafiliasi ke ISIS," paparnya.

Adapun sejauh ini sendiri Dedi menegaskan, tidak ada peningkatan pergerakan dari kelompok jaringan teroris di Indonesia. Kendati demikian pihaknya tetap melakukan antisipasi.

"Enggak ada, landai-landai tapi tetap diantisipasi," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini