nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Identifikasi Aset Lain yang Disinyalir Hasil Suap Proyek Air Minum

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 12:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 23 337 2046911 kpk-identifikasi-aset-lain-yang-disinyalir-hasil-suap-proyek-air-minum-LV3xQ6Ga96.JPG Jubir KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan mengidentifikasi sejumlah aset lainnya milik pejabat Kementerian PUPR yang diduga berasal dari kasus dugaan suap proyek-proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR TA 2017-2018.

"KPK juga sudah mengidentifikasi ada aset-aset yang dibeli dari uang hasil suap terkait dengan proyek sistem penyediaan air minum," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Febri mengungkapkan, untuk saat ini telah ada dua ruko di Manado, milik salah satu tersangka perkara tersebut yang disita oleh lembaga antirasuah. Pasalnya, aset itu ditenggarai berasal dari suap air minum itu.

"Dan kami sedang identifikasi aset-aset lain ataupun kekayaan-kekayaan lain yang juga diduga merupakan hasil suap atau aliran dana terkait dengan proyek penyediaan air ini," ujar Febri.

KPK sebelumnya telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus tersebut. Diduga sebagai pemberi antara lain Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto (BSU), Direktur PT WKE Lily Sundarsih (LSU), Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Sedangkan diduga sebagai penerima antara lain Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare (ARE), PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA).

Uang Suap

Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, Meina Woro Kustinah, Teuku Moch Nazar, dan Donny Sofyan Arifin diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa.

Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Untuk proyek tersebut, mereka menerima masing-masing sebagai berikut. Anggiat Partunggal Nahot Simaremare menerima Rp350 juta dan 5.000 dolar AS untuk pembangunan SPAM Lampung. Selanjutnya, Rp500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur.

Meina Woro Kustinah Rp1,42 miliar dan 22.100 dolar Singapura untuk pembangunan SPAM Katulampa. Teuku Moch Nazar Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, dan Donny Sofyan Arifin Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1. (put)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini