nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Sita Ruko di Manado Milik Satu Tersangka Suap Proyek Air Minum

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 22 April 2019 20:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 22 337 2046682 kpk-sita-ruko-di-manado-milik-satu-tersangka-suap-proyek-air-minum-ec033rflg5.JPG Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Dok Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dua rumah toko (ruko) di Manado milik dari salah satu tersangka kasus dugaan suap proyek-proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR TA 2017-2018, Anggiat Partunggal Nahot Simaremare (ARE).

"Dalam proses penyidikan ini, KPK juga telah melakukan penyitaan terhadap 2 unit ruko di Manado yang diduga milik tersangka ARE," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Febri menjelaskan, alasan pihaknya melakukan penyitaan terhadap dua unit harta tak bergerak tersebut disita. Pasalnya, dua ruko itu diduga berasal dari uang panas suap SPAM.

"(Ruko itu-red) diduga dibeli dari suap terkait proyek sistem penyediaan air minum," ucap Febri.

KPK sebelumnya telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus tersebut. Diduga sebagai pemberi antara lain Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto (BSU), Direktur PT WKE Lily Sundarsih (LSU), Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Ilustrasi (Dok Okezone)

Diduga sebagai penerima antara lain Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare (ARE), PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA).

Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, Meina Woro Kustinah, Teuku Moch Nazar, dan Donny Sofyan Arifin diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa.


Baca Juga : Eks Kasatker SPAM PUPR Akui Sembunyikan Uang Suap di Kamar Mandi

Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Untuk proyek tersebut, mereka menerima masing-masing sebagai berikut. Anggiat Partunggal Nahot Simaremare menerima Rp350 juta dan 5.000 dolar AS untuk pembangunan SPAM Lampung. Selanjutnya, Rp500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur.

Meina Woro Kustinah Rp1,42 miliar dan 22.100 dolar Singapura untuk pembangunan SPAM Katulampa. Teuku Moch Nazar Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, dan Donny Sofyan Arifin Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1.


Baca Juga : KPK Periksa Anggota BPK Rizal Djalil Terkait Suap Air Minum

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini