nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Amankan Ibu Kota Pasca-Pilpres, 200 Personel Brimob Jambi Dikirim ke Jakarta

Antara, Jurnalis · Senin 22 April 2019 17:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 22 337 2046593 amankan-ibu-kota-pasca-pilpres-200-personel-brimob-jambi-dikirim-ke-jakarta-pYGSAeHCwZ.jpg Apel pasukan kepolisian di Monas, Jakarta (Dede/Okezone)

JAMBI - Sebanyak dua kompi atau 200 personel Brimob Polda Jambi diberangkatkan ke Jakarta, untuk menjalankan tugas melaksanakan pengamanan Ibu Kota di bawah kendali operasi (BKO) Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Jambi, Kuswahyudi Tresnadi mengatakan, pelepasan pemberangkatan 200 anggota Brimob itu dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Muchlis AS, Senin (22/4/2019) di VIP Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pemberangkatan tersebut dalam rangka membantu Polda Metro Jaya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat pasca pemungutan suara 17 April 2019 lalu di Ibu Kota Negara. Personel Brimob yang diberangkatkan ada dua kompi atau berjumlah sebanyak 200 orang.

Kuswahyudi belum bisa memastikan berapa lama personel Brimob tersebut akan ditugaskan BKO di Jakarta. Namun, dipastikan mereka diperbantukan untuk membantu tugas Polda Metro Jaya pasca-Pemilu 17 April lalu.

 

Sementara itu untuk di wilayah Provinsi Jambi sendiri, pihak Polda Jambi menerjunkan sebanyak 1.705 personil kepolisian ke seluruh TPS di Provinsi Jambi untuk melaksanakan pengamanan pada Pemilu 17 April lalu.

Jumlah TPS di Provinsi Jambi ada 11.311 dan untuk pengamanan satu orang polisi bisa mengawasi empat hingga enam TPS yang ada di wilayahnya masing-masing. Kemudian kegiatan patroli pasca pemilu juga rutin dilakukan oleh aparat Kepolisian dan TNI secara bersamaan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

 

Provinsi Jambi termasuk kedalam 16 provinsi yang rawan konflik pemilu sesuai dengan analisa dari Bawaslu dan menanggapi hal tersebut Polda Jambi membeberkan hingga saat ini Provinsi Jambi masih aman dan kondusif namun tidak menampilkan jika potensi konflik tersebut ada.

"Sejauh ini Jambi masih aman, kalau daerah konflik memang ada, jika nanti kondisi yang sudah kacau maka tembak di tempat diperbolehkan tetapi dengan prosedur yang berlaku," kata Kuswahyudi seperti dilansir dari Antaranews.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini