nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ledakan Bom di Sri Lanka, Menag: Ini Tragedi Kemanusiaan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 22 April 2019 07:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 22 337 2046272 ledakan-bom-di-sri-lanka-menag-ini-tragedi-kemanusiaan-hsiyLpbE4T.jpg Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Kemenag)

JAKARTA - Serangkaian ledakan bom terjadi di tiga gereja dan tiga hotel mewah di Sri Lanka. Ratusan orang dikabarkan meninggal dan lebih banyak lagi yang terluka. Ledakan itu terjadi di saat umat Kristiani di Sri Lanka sedang merayakan Hari Paskah.

Pihak berwajib Sri Lanka kini masih mengejar pelaku kejahatan tersebut. Siapapun pelakunya, Menag Lukman Hakim Saifuddin mengecam keras peristiwa tersebut.

"Itu tindakan tidak berperikemanusiaan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama," tegas Menag di Jakarta, Minggu (21/4).

"Ironi, tragedi kemanusiaan terjadi justru di momen umat Kristiani sedang peringati hari besar keagamaannya. Kami turut berduka. Umat kristiani diharap tabah, tapi waspada, dan tetap menjadi pembawa damai bagi sesama," ujarnya.

Foto: AFP

Foto: AFP

Menurut Menag, tindakan pengeboman itu jelas menyalahi ajaran agama. Sebab, tidak ada agama yang membenarkan tindak kekerasan, apapun motifnya.

(Baca juga: Din Syamsuddin Kecam Serangan Bom Brutal dan Barbar di Sri Lanka)

"Itu jelas sikap pengecut dan tidak bertanggung jawab. Apalagi bom meledak di rumah ibadah, saat umat beribadah," kata Menag.

Menag mengajak tokoh dan umat beragama untuk mendoakan yang terbaik buat korban di Sri Lanka. Menag juga minta masyarakat untuk menahan diri dan tidak emosional.

Menurutnya, saat ini, Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus bekerja untuk mengetahui perkembangan kondisi di Sri Lanka, termasuk memastikan kondisi keamanan warga negara Indonesia di sana.

Foto: Reuters

Foto: Reuters

"Mari tingkatkan kewaspadaan kita untuk terus menjaga keamanan dan kesucian rumah ibadah kita masing-masing," ujar dia.

Ia juga mengingatkan para pengguna media sosial agar tidak terpancing dan turut menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya. "Hindari menebar hoax seputar tragedi Sri Lanka. Penyebaran hoax itulah yang diharapkan pelaku untuk menebar teror dan rasa takut," tandasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini