nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paskah 2019, Keuskupan Agung Jakarta Imbau Umat Katolik Amalkan Nilai Pancasila

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Minggu 21 April 2019 13:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 21 337 2046078 paskah-2019-keuskupan-agung-jakarta-imbau-umat-katolik-amalkan-nilai-pancasila-jpu8Bljfzd.jpg Keuskupan Agung Jakarta (Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)

JAKARTA - Dalam perayaan paskah 2019, umat Katolik diminta untuk mempelajari dan merefleksikan diri dari makna yang terkandung di dalam Pancasila. Khususnya sila keempat, yang berbunyi Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta, yakni Ignatius Suharyo dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Karya Pastoral, kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2019).

 Baca juga: Gereja Katedral Gelar Ibadah Jumat Agung dan Prosesi Jalan Salib

“Pesannya jelas sederhana supaya paskah melangkah lebih jauh daripada sekadar ibadah yang aman dan nyaman,” ujar Ignatius Suharyo di Gedung Karya Pastoral, kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2019).

“Tetapi membawa tanggung jawab dan tugas, supaya perayaan paskah mempunyai makna perayaan konkret di dalam konteks, apakah itu konteks internal atau eksternal yaitu untuk masyarakat dan bangsa,” terangnya.

 Baca juga: Polda Metro Kerahkan 5.500 Personel Amankan Perayaan Paskah

Ignatius menyebutkan, kalau Keuskupan Agung Jakarta telah mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila sejak perayaan paskah pada 2016. Ia berharap setiap sila tersebut dapat membentuk watak umat Katolik yang lebih baik.

“Dinamikanya Pancasila itu ideologi dan cakupannya sangat luas. Cakupan itu diterjemahkan dalam gagasan yang konkret. Gagasan diterjemahkan lagi menjadi gerakan,” ungkap Ignatius Suharyo.

 Baca juga: Arus Balik Libur Paskah di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Padat, Petugas Berlakukan Contraflow

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tersebut akan masuk dan menjadi watak yang diharapkan gerakan tahun 2016-2020 membentuk Katolik semakin berhikmat.

“Harapannya menyumbangkan sesuatu sehingga semakin martabat,” tutupnya.

Dalam konferensi pers tersebut turut hadir pula, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, yakni Ignasius Jonan, Vikaris Jenderal Romo Samuel Pangestu, dan Romo Kepala Katedral Hani R Hatoko.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini