nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Susi Lepasliarkan 246.673 Benih Lobster di Natuna

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 21 April 2019 02:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 21 337 2046001 menteri-susi-lepasliarkan-246-673-benih-lobster-di-natuna-4bDaB1uaSH.JPG Menteri KKP, Susi Pudjiastuti lepasliarkan benih lobster di Natuna (Foto: KKP)

NATUNA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, melakukan pelepasliaran 246.673 benih lobster (BL), yang terdiri atas 235.900 BL jenis pasir dan 10.773 BL jenis mutiara, di Perairan Natuna pada Jumat 19 April 2019. Pelepasliaran BL dilakukan di dua titik lokasi di wilayah perairan Natuna.

BL tersebut merupakan hasil tangkapan ilegal yang berhasil diamankan oleh Polres Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) di Desa Lambur Luar, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjungjabung Timur, sehari sebelumnya. BL ditemukan petugas dalam kemasan plastik yang dimasukkan ke dalam 35 box styrofoam.

“Selanjutnya, bekerjasama dengan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Perikanan (SKIPM) Jambi, BL tersebut dikirimkan melalui jalur penerbangan dari Jambi ke Natuna dengan transit Jakarta dan Batam,” ujar Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Kemananan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina dalam siaran persnya yang diterima Okezone, Minggu (21/4/2019).

BL itu kemudian sampai di Bandara Raden Sadjad, Natuna, pada Jumat pukul 14.00 WIB. Turut mendampingi dalam penerbangan tersebut, Anak Agung Gede Eka Susila, Kepala SKIPM Batam; Bripda Febriyanto, Polres Tanjungjabung Timur; dua petugas BKIPM Batam; dan satu petugas SKIPM Jambi.

Setelah melalui proses transfer BL dari kargo bandara menuju truk TNI AL Lanal Ranai, rombongan tiba di Kecamatan Bunguran Timur pada pukul 15.00 WIB. “Selanjutnya, BL tersebut dibawa ke tempat BL dilepasliarkan dengan menggunakan dua perahu nelayan,” tuturnya.

Benih Lobster Dilepasliarkan

Sesampainya di lokasi, Menteri Susi langsung turun tangan melakukan pelepasliaran BL tersebut. Turut hadir mendampingi, Agus Suherman, Plt. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP); Kolonel Laut Harry Setyawa, Komandan Lanal (Danlanal) Ranai; Bripda Febriyanto, Polres Tanjungjabung Timur; Anak Agung Gede Eka Susila, Kepala SKIPM Batam; dan sejumlah saksi lainnya dalam pelepasliaran tersebut.

Dalam kesmpatan yang sama, Menteri Susi juga melepasliarkan tiga ekor lobster bertelur. “Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) No. 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan, lobster yang undersized dan bertelur tidak boleh diambil dari perairan Indonesia,” kata Menteri Susi.

Kegiatan penebaran atau pelepasliaran benih lobster selesai pukul 17.00 WIB. Menteri Susi berharap, benih lobster yang telah dilepasliarkan dapat tumbuh dewasa dan berkembang biak agar keberadaannya terus lestari.

“Semoga bayi-bayi lobster ini bisa hidup dan mengembalikan ketersediaan lobster supaya bisa ada lagi dan banyak,” ujarnya seraya berpesan agar warga Natuna tidak menangkap kembali BL dan lobster bertelur yang telah dilepasliarkan itu.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti

“Sekali lagi coba semua. Danlanal turun, Kepala BKIPM turun, Menteri pun turun (melepasliarkan-red). Demi apa? Demi anak-anak bangsa. Kalau orang Natuna nanti (lobster) yang bertelur ditangkapin, saya masukkan dia ke laut. Tenggelamkan!," katanya menegaskan.

Sebagai informasi, keberhasilan pengaggalan upaya penyelundupan BL ini telah menyelamatkan potensi kerugian negara yang setara dengan Rp37.539.600.000 (tiga puluh tujuh miliar lima ratus tiga puluh sembilan juta enam ratus ribu rupiah).

Hingga saat ini, pelaku penyelundupan BL yang melarikan diri dalam saat hendak ditangkap masih dalam proses pencarian oleh pihak Satreskrim Polres Tanjabtim.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini