nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pileg & Pilpres 2024 Sebaiknya Tidak Digelar Serentak

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 20 April 2019 11:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 20 337 2045748 pileg-pilpres-2024-sebaiknya-tidak-digelar-serentak-hokYIf89Fs.jpg Sekjen Partai Perindo, Ahmad Rofiq (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemilu 2019 menjadi tonggak sejarah dalam perjalanan demokrasi di Indonesia. Pasalnya, untuk pertama kalinya gelaran pileg dan pilpres dilaksanakan secara serentak pada Rabu, 17 April 2019.

Keputusan menyatukan waktu dua agenda politik di hari yang sama, sepertinya harus ditinjau kembali. Salah satu alasannya, yakni berkurangnya atensi masyarakat dalam memilih caleg dari masing-masing parpol peserta pemilu, lantaran terlalu fokus dalam perhelatan pilpres.

Sekjen Partai Perindo, Ahmad Rofiq mengatakan, pihaknya berharap pada Pemilu 2024 mendatang, pileg dan pilpres dilaksanakan secara terpisah. Sehingga, masyarakat tidak hanya fokus ke dalam euforia memilih capres-cawapres, melainkan juga para calon wakil rakyatnya. Ia mengaku banyak mendapatkan laporan tentang surat suara partai yang tidak dicoblos.

“Masyarakat hanya fokus di kertas suara pilpres saja. Jadi, ini sangat merugikan,” kata Rofiq kepada Okezone, Jumat, 19 April 2019.

Ilustrasi Penghitungan Suara

Rofiq mencontohkan, proses kampanye yang dilakukan oleh para caleg dari partai besutan Hary Tanoesodibjo itu kerap minim jadi perhatian masyarakat. Hal itu karena masyoritas pemilih hanya terfokus kepada visi-misi capres-cawapres.

Sehingga, sosialisasi program partai dari para politisi partai berlambang Rajawali itu tak berjalan secara optimal. “Jadi, visi-misi partai tertutupi dengan hiruk pikuknya pilpres. Sehingga masyarakat tidak mendapatkan informasi secara menyeluruh. Hanya sepotong-sepotong,” kata Rofiq.

Menurutnya, gelaran pileg tak bisa dianaktirikan dalam sebuah agenda pemilu. Sebab, kata dia, di sana masyarakat diberi kesempatan untuk memilih caleg-caleg yang berkualitas untuk menciptakan produk undang-undang yang berpihak kepada konstituennya yang telah memilihnya.

Infografis Lipsus Pemilu 2019

“Karena kualitas caleg itu akan memengaruhi kebijakan-kebijakan di parlemen. Sehingga para caleg yang terpilih punya tanggungjawab ke konstituennya,” tuturnya.

Menurut dia, peningkatan antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya hanya berdampak pada gelaran pilpres saja. Selain itu, dengan berlangsungnya pilpres dan pileg secara serentak, maka yang mendapat keuntungan hanya partai yang mengusung kadernya menjadi capres maupun cawapres.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini