nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Direktur Minerba ESDM Dipanggil KPK Terkait Suap Proyek Air Minum

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 18 April 2019 11:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 18 337 2045073 direktur-minerba-esdm-dipanggil-kpk-terkait-suap-proyek-air-minum-dlub5TOxCh.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara (Minerba) Kementeriaan ESDM, Sri Raharjo dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi, pada hari ini.

Sedianya, Sri Raharjo akan diperiksa terkait kasus dugaan suap‎ ‎proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018. Dia diperiksa untuk tersangka Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE).

Baca Juga: Lacak Jejak Korupsi Proyek Air Minum, KPK Periksa Eks Dirjen Cipta Karya 

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARE," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

 

Selain Sri Raharjo, KPK juga memanggil saksi lainnya yakni, Direktur Utama PT Raja Muda, Ririn Nurfaizah; Direktur PT Bilga Jaya Abadi, Bilhan Gamaliel; Auditor BPK, Janu Hasnowo; dan Project Manager PT Exa Data International, Widio Prakoso. Mereka juga akan diperiksa untuk proses penyidikan Anggiat.

Diketahui, KPK memang sedang melakukan pengembangan dalam perkara ini. KPK menemukan cukup banyak proyek KemenPUPR yang diduga dikorupsi oleh pejabatnya. Ada sekira 20 proyek milik KemenPUPR di daerah yang diduga bermasalah.

Bahkan, KPK telah menyita sejumlah mata uang asing dari 75 pejabat KemenPUPR. Total mata uang asing yang disita KPK dalam perkara ini jika dirupiahkan sebesar Rp40 miliar.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan delapan orang tersangka terkait kasus dugaan suap ‎proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018.

Baca Juga: Direktur Hutama Karya dan 5 Saksi Lainnya Diperiksa KPK soal Proyek Air Minum 

Delapan tersangka tersebut yakni, ‎Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE), Budi Suharto (BSU); Direktur PT WKE, Lily Sundarsih Wahyudi (LSU), Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma (IIR); dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo (YUL). Keempatnya diduga sebagai pihak pemberi suap.

Sedangkan sebagai penerima suap, KPK menetapkan empat pejabat KemenPUPR. Keempatnya yakni, Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE); PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah (MWR); Kepala Satker SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar (TMN); serta PPK SPAM Toba 1, Donny Sofyan Arifin (DSA).

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini