nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPAI: Pemerintah Jamin Audrey & 3 Orang Pelaku Kekerasan Tetap Mendapat Pendidikan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 15 April 2019 17:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 15 337 2043802 kpai-pemerintah-jamin-audrey-3-orang-pelaku-kekerasan-tetap-mendapat-pendidikan-1ODYmhDMRS.jpg KPAI (Foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengatakan, pemerintah menjamin ketiga tersangka kekerasan terhadap Audrey di Pontianak akan tetap mendapat hak pendidikan mereka.

Sehingga, pelaku dan korban bakal bisa mengenyam pendidikan meski sedang menjalani proses hukum.

"Pernyataan sekolah lebih positif dan tidak mencampuri (proses hukum)," kata Retno di Gedung KPAI Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Retno menyebut, seluruh pihak yang terlibat dalam kasus itu sebenarnya memiliki rekam jejak yang baik di sekolahnya masing-masing. Sebab itu, tidak ada alasan untuk menghilangkan hak atas pendidikannya.

"Anak-anak ini ketika di sekolah catatannya baik, baik kepada anak korban dan anak pelaku," ujarnya.

Baca Juga: Audrey Ternyata Penghafal Alquran dan Berprestasi di Sekolah

Audrey

Selain itu, KPAI berperan kepada pihak sekolah untuk memberikan pemahaman kepada para siswa lain, agar ketika korban dan pelaku kembali ke sekolah tidak mendapat perundungan di lingkungan sekolah.

"Kami berharap anak-anak ini dilindungi dari pembullyan di lingkungan sekolah," kata dia.

Sementara itu, Ketua KPAI, Susanto menyayangkan narasi-narasi yang beredar di media sosial begitu cepat dan membangkitkan emosi masyarakat, tetapi tidak seluruhnya merupakan informasi yang tepat.

"Kami mengimbau masyarakat luas, warganet dan semua pihak tidak membangun narasi-narasi dan menyampaikan informasi yang tidak tepat," katanya.

Susanto mengatakan narasi-narasi dan informasi tidak tepat yang bertebaran di media sosial dapat mengganggu proses penanganan dan proses hukum kasus yang sedang ditangani.

Sebelumnya, kasus kekerasan terhadap seorang siswi SMP oleh 3 siswa SMA di Pontianak terjadi berawal dari saling sindir di media sosial karena hubungan asmara. Ketiga tersangka yaitu FZ alias LL (17), TR alias AR (17) dan NB alias EC (17) dikenakan Pasal 80 Ayat 1 UU Perlindungan Anak dengan ancaman tiga tahun enam bulan penjara.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini