nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dahnil Anzar dan 3 Orang Lainnya Jadi Saksi Sidang Ratna Sarumpaet Hari Ini

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 09:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 11 337 2041892 dahnil-anzar-dan-3-orang-lainnya-jadi-saksi-sidang-ratna-sarumpaet-hari-ini-PTmezHXN4q.jpg Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Sidang lanjutan kasus penyebaran kabar bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet kembali digelar hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam sidang ini jaksa penuntut umum (JPU) akan menghadirkan empat saksi, salah satunya Dahnil Anzar Simanjuntak yang merupakan koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

"Rencananya yang akan diperiksa Dahnil Anzar, Deden, Chairullah, serta Harjono," kata Koordinator JPU Daru Tri Sadono saat dikonfirmasi, Kamis (11/4/2019).

(Baca juga: Pamer Salam 2 Jari, Ratna Sarumpaet Harap Pemilu Berjalan Lancar)

Ia mengatakan, dari empat saksi yang dihadirkan tersebut, dua di antaranya seharusnya sudah memberikan keterangan di persidangan sebelumnya, namun karena berhalangan, baru bisa hadir hari ini.

"Iya yang seharusnya diperiksa Selasa kemarin," ungkap Daru.

Ratna Sarumpaet. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

Selain itu, rencananya JPU juga menghadirkan dokter sekaligus musisi Teuku Adifitrian alias Tompi dan akademisi Rocky Gerung. Kendati demikian, keduanya belum bisa dipastikan hadir di persidangan.

"Belum ada konfirmasi. Pada prinsipnya setiap saksi wajib hadir memenuhi panggilan untuk kepentingan pemeriksaan di persidangan," papar Daru.

(Baca juga: Majelis Hakim Kembali Tolak Tahanan Kota Ratna Sarumpaet)

Adapun kasus hoaks Ratna Sarumpaet sendiri bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar luas di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tidak dikenal di Kota Bandung, Jawa Barat.

Tiba-tiba Ratna mengklarifikasi kalau berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna mengaku mukanya lebam setelah menjalani operasi plastik. Akibatnya, hampir seluruh masyarakat tertipu olehnya.

Dalam perkara ini Ratna Sarumpaet didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 Ayat (2) juncto 45A Ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini