nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dewan Masjid Indonesia Ingin Wisata Religi Berbasis Masjid Bisa Dikembangkan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 01:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 11 337 2041811 dewan-masjid-indonesia-ingin-wisata-religi-berbasis-masjid-bisa-dikembangkan-CzKxvUbmiF.jpg ilustrasi

JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin menerima pengurus Indonesia Islamic Youth Economi Forum (ISYEF).

Pada pertemuan tersebut Ketua ISYEF, Muhammad Atras Mafazi menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan ISYEF saat bulan Ramadhan mendatang dengan mengadakan ISYEF 2.0.

"Rangkaian kegiatan ISYEF 2.0 di antaranya Khatam Fest yang akan diadakan di 16 masjid yang berada di Ibukota Provinsi," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Waketum DMI, Syafruddin menyambut baik rencana yang akan digelar ISYEF pada bulan Ramadhan mendatang.

"Saya selalu akan mendukung kegiatan yang menjadi inisiatif dari ISYEF, tentu dengan yang dilandasi oleh niat yang baik. Sekecil apapun pikiran dan kontribusi yang ada akan berdampak sangat luas dan menjadi inspirasi banyak orang. Saya akan hadir di beberapa daerah nanti," tuturnya.

Ilustrasi

Syafruddin juga berpesan agar rangkaian kegiatan ini juga dapat mendukung program wisata religi berbasis masjid. Sebab Indonesia memiliki banyak sekali masjid bernilai sejarah tinggi.

"Kegiatan ini bisa diadakan di masjid-masjid bersejarah sehingga dapat mempromosikan wisata religi berbasis masjid. Kita banyak memiliki masjid bagus dan bersejarah seperti Al Markaz di Sulawesi Selatan, Masjid Imam Lapeo di Sulawesi Barat, masjid di Cirebon, dan masih banyak lagi," kata Syafruddin.

Ia menuturkan, wisata religi berbasis masjid merupakan salah satu program unggulan DMI. Banyak negara yang telah menjadikan wisata religi berbasis masjid sebagai andalan utama pariwisata. Tidak sedikit pendapatan untuk negara yang dihasilkan dari wisata religi ini. Haji Syafruddin mencontohkan kesuksesan Grand Mosque di Uni Emirat Arab yang dikunjungi sepuluh ribu wisatawan setiap harinya.

"Bayangkan berbagai masyarakat dunia dari berbagai agama mendatangi Grand Mosque, untuk mengangumi keindahan masjid dan artefak yang ada disana. Indahnya lagi, para wisatawan itu mau mengenakan busana Islami seperti kerudung dan melepas alas kaki. Kalian harus juga bisa untuk mengelola dan mengembangkan wisata masjid ini," jelasnya.

Syafruddin meminta agar pengurus ISYEF melibatkan organisasi pemuda Islam dan remaja masjid saat melaksanakan kegiatan tersebut.

"Kemarin DMI telah berhasil menyatukan berbagai organisasi kepemudaan dan remaja Islam untuk mengembangkan ekonomi ummat. Kegiatan ini juga dapat melibatkan elemen Pemuda Islam yang ada," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini