LBH Perindo Minta UU Perlindungan Anak Ditinjau Ulang

Sarah Hutagaol, Okezone · Rabu 10 April 2019 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 10 337 2041516 lbh-perindo-minta-uu-perlindungan-anak-ditinjau-ulang-5AiWstajQZ.jpg Ketua LBH Perindo, Ricky Margono (Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perindo, Ricky Kurnia Margono mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus penganiayaan AU di Pontianak, Kalimantan Barat.

Menurut Ricky, Kasus AU merupakan ujian bagi sistem peradilan di Indonesia. "Memang saat ini hukum Indonesia sedang diuji rasa keadilannya. Di satu sisi pelaku berdasarkan UU perlindungan anak masih dikategorikan sebagai anak yang belum bisa bertanggung jawab secara penuh atas tindak Pidana yang dilakukan, karena memang menurut UU tersebut baru dinyatakan tidak lagi sebagai anak adalah 18 tahun," jelasnya kepada Okezone, Rabu (10/4/2019).

Menurut Ricky, sebelum adanya UU Perlindungan Anak, setiap orang dinyatakan bisa bertanggung jawab penuh atas kejahatan yang dilakukannya. Karena menurut KUHP, seseorang dinyatakan dewasa saat usianya menginjak 16 tahun.

"Dengan adanya UU perlindungan anak, maka terpaksa umur baru dapat dikategorikan dewasa dan bertanggung jawab penuh secara pidana menggunakan umur 18 tahun sesuai dengan asas Hukum Pidana Lex specialis derogat Lex Generalis (peraturan khusus mengesampingkan peraturan umum). UU perlindungan anak mengesampingkan KUHP," jelasnya.

Namun, dengan adanya kasus AU, jelas Ricky, serta begitu banyaknya kejadian kekerasan yang dilakukan oleh orang yang berumur dibawah 18 tahun bahkan dibawah 15 tahun dengan dipengaruhinya budaya asing, kebebasan informasi kekerasan yang masuk melalui internet dan teknologi lainnya, LBH-Perindo berpendapat, kategori umur dewasa menurut UU tersebut haruslah ditinjau ulang dan disesuaikan kembali.

"Bahwa saat ini secara psikologis usia seseorang untuk bisa berpikir sudah lebih cepat dari usia seharusnya, sehingga sudah seharusnya berbanding lurus dengan pertanggung jawabannya secara Pidana," ungkapnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini