nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Manusia dengan Korban Lebih 1.000 Orang

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 16:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 09 337 2041121 polisi-bongkar-sindikat-perdagangan-manusia-dengan-korban-lebih-1-000-orang-wxuJlO2Tms.JPG Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo gelar jumpa pers (Foto: Harits Tryan/Okezone)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri berhasil membongkar sindikat perdagangan manusia ke sejumlah negara di Timur Tengah. Sebanyak delapan orang tersangka telah diamankan polisi.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, seribuan orang telah menjadi korban kejahatan jual-beli manusia ini. Sehingga ia tak memungkiri bila kasus ini menjadi kasus perdagangan manusia terbesar yang pernah dibongkar oleh institusi Polri.

"Ini kasus terbesar yang pernah ditangani Polri. Korbannya lebih dari 1.000 orang. Ada empat negara tujuan dan kasus ini akan dikembangkan terus," ujar Dedi di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

Sementara itu, Direktur Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak berujar bahwa terdapat empat jaringan yang terlibat dalam kasus tersebut yakni jaringan Maroko, Arab Saudi, Suriah dan Turki.

Adapun modus yang mereka tawarkan kepada korban yakni dijanjikan menjadi pembantu rumah tangga (PRT) di sejumlah negara dengan penghasilan sekitar Rp7 juta per bulan. Namun, iming-iming itu justru berbanding terbalik dengan fakta sebenarnya.

"Korban ini kebanyakan berasal dari daerah NTB dan Jawa Barat. Mereka dijanjikan bekerja jadi pembantu rumah tangga dengan gaji yang besar," ujar Herry.

Tersangka kata dia, terlebih dahulu memberi uang tunai sebesar Rp4 juta hingga Rp5 juta kepada korban. Seluruh kelengkapan dokumen diurus oleh para tersangka.

"Jadi, agen yang merekrut korban ini malah beri uang kepada korban kisaran Rp4 juta-Rp5 juta. Kemudian ongkos pembuatan dokumen dan yang lainnya diurus oleh agen. Tapi kalau korban batal berangkat, harus kembalikan uang itu," tuturnya.

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 4 dan Pasal 10 Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan Pasal 81 UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.Human TrafickingBerikut identitas para tersangka dan jaringannya di Timur Tengah:

Jaringan Turki:

- Tersangka Erna Rachmawati binti Almarhum Supeno alias Yolanda

- Tersangka Saleha binti Almarhum Sahidun alias Soleha

Jaringan Suriah:

- Tersangka Muhammad Abdul Halim Herlangga alias Erlangga alia Halim

Jaringan Arab Saudi:

- Tersangka Neneng Susilawati binti Tapelson

- Tersangka Abdalla Ibrahim Abdalla alias Abdullah (WNA)

- Tersangka Faisal Hussein Saeed alias Faizal (WNA)

Jaringan Maroko:

- Tersangka Mutiara binti Muhammad Abbas

- Tersangka Farhan bin Abuyarman

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini